BIMPNT-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia Philippines, and Northern Territory-East ASEAN Growth Area) Friendship Games merupakan perhelatan olahraga biennial/dwi tahunan antara provinsi/kawasan Indonesia, Brunei, Malaysia, Filipina, dan Australia.

Kejuaraan ini berlangsung di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada 6-9 Desember 2018, yang diikuti oleh kontingen Sulawesi Selatan dan Sulawesi barat. Ajang olahraga ini diikuti oleh 9 kawasan yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sabah, Northern Territory, Mindanao, Sarawak, Labuan, Palawan dan dua tim dari tuan rumah (Brunei).

Beberapa pejabat negara seperti Duta Besar RI di Bandar Seri Begawan, Dr. Sujatmiko, MA, Jufri Rahman sebagai Chairman BIMPNT-EAGA Sport Council, Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei, Dato Aminudin Ihsan, dan Deputi Menteri Energi, Tenaga Kerja dan Industri, Awang Haji Matsatejo

Dalam kejuaraan ini, kontingen Sulsel berhasil meraih 8 medali emas, 18 medali perak, dan 15 medali perunggu hampir di semua cabang olahraga yang dilombakan diikuti kontingen Sulawesi Selatan. Dari kejuaraan tersebut, Sulsel meraih medali emas, perak dan perunggu dari cabang olahraga renang, lari, pencak silat, karate, dan sepak takraw.

Tak ketinggalan cabang olahraga taekwondo juga berhasil meraih medali perak dan perunggu. Tak mau kalah, Sulawesi Barat juga ikut menymbangkan satu medali perak dari cabang olahraga karate kata tunggal putra.

Di ajang ini pula, Sulsel menempati posisi kelima dibawah Mindanao, Northern Territory dan Brunei Darussalam. Puncak kejuaraan masih ditempati oleh Sabah dengan perolehan medali sebanyak 23 emas, 17 perak dan 15 perunggu.

“Saya harap performa atlet kita di Brunei kali ini dapat menambah pengalaman atlet-atlet kita untuk kompetisi internasional lain seperti SEA Games dan Asian Games” ucap Dubes Sujatmiko dalam siaran pers yang diterima GNFI.

Tak berhenti di situ, kejuaraan BIMPNT-EAGA Friendship Games selanjutnya akan dilaksanakan pada tahun 2020 di Davao city, Filipina.


Sumber: Siaran Pers Fasilitas Media Kementrian Luar Negeri

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu