Marching Band UII : Dari Yogyakarta ke Ajang Internasional di Thailand

Marching Band UII : Dari Yogyakarta ke Ajang Internasional di Thailand

Marching Band Universitas Islam Indonesia (Sumber : Jogja Tribun News)

Berlatih dari siang hingga malam, mencurahkan semua tenaga, keringat dan pikiran, semua dilakukan demi meraih kata “juara”.

Inilah Marching Band Universitas Islam Indonesia (MB UII) yang akan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi skala internasional yakni, Thailand World Music Championship yang akan dilaksanakan di Sisaket,Thailand pada tanggal 14-16 Desember 2018.

MB UII akan membawakan lagu ‘Piano (Ebony and Ivory) di Sisaket New Stadium. Dalam ajang ini MB UII memiliki target untuk meraih juara dalam matalomba “Marching Show Band” dan gelar “The Most Popular Award”.

Pihak MB UII telah melakukan persiapan selama hampir satu tahun dimulai dari 2 januari 2018 dan telah mengalami masa karantina serta konser pamit pada 6 Desember lalu.

nama MB UII di website Thailand World Music :  Championship (Sumber : http://www.twmc.or.th/schedule/)
nama MB UII di website Thailand World Music : Championship (Sumber : http://www.twmc.or.th/schedule/)

Tema lagu ‘Piano (Ebony and Ivory) sendiri memiliki cerita tentang perseteruan dari ras kulit hitam dan ras kulit putih dalam menjalani kehidupan, dimana seharusnya kedua warna kulit ini menciptakan keharmonisan hidup seperti layaknya tuts berwarna hitam dan putih yang selalu ada dalam piano.

MB UII terhitung sangat berprestasi, beberapa prestasi yang pernah diraih MB UII sebelumnya adalah Finalis Divisi Utama Grand Prix Marching Band 2015, 1st Runner Up Color Guard Contest, hingga peringkat satu Percussion Contest Bandung Marching Band Championship 2016.

Selamat berlomba MB UII, harumkan nama Indonesia dan bawa pulang gelar juara!

Sumber :

Jogja TribunNews

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Film Indonesia dan Pengakuan di Mata Dunia Sebelummnya

Film Indonesia dan Pengakuan di Mata Dunia

Dulunya Penuh Sampah, Kini Jadi Primadona Wisata di Bekasi Selanjutnya

Dulunya Penuh Sampah, Kini Jadi Primadona Wisata di Bekasi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.