Anggrek Kalajengking dari Indonesia. Benarkah Pembawa Sial?

Anggrek Kalajengking dari Indonesia. Benarkah Pembawa Sial?

© Orchidees.fr

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Namanya Anggrek Kalajengking atau Arachnis flos-aeris. Bentuknya unik karena memiliki bunga yang mirip hewan kalajengking. Dan mitosnya, anggrek unik dan harum ini mampu membawa sial dan kesusahan hidup bagi setiap orang yang memeliharanya. Benarkah?
Di Indonesia anggrek ini dikenal dengan nama anggrek kalajengking atau anggrek ketonggeng. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai scorpion orchid. Nama latin tanaman ini adalah Arachnis flos-aeris (L.) Rchb.f. dengan beberapa nama sinonim seperti Aerides arachnites Sw., Aerides matutina Willd., Arachnanthe flos-aeris (L.) J.J.Sm., Arachnanthe moschifera (Blume) Blume, Arachnis flos-aeris var. gracilis Holttum, Arachnis moschifera Blume, Epidendrum aerosanthum St.-Lag., Epidendrum flos-aerisL., Limodorum flos-aeris (L.) Sw., Renanthera arachnites (Sw.) Lindl., Renanthera flos-aeris (L.) Rchb.f., Renanthera moschifera (Blume) Knuth, dan Renanthera moschifera(Blume) Hassk
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Anggrek kalajengking (Arachnis flos-aeris) memang masih berkerabat dekat dengan Anggrek kalajengking putih (Arachnis hookeriana), Anggrek kalajengking merah (Arachnis maingayi) maupun Anggrek berbulu leopard (Arachnis celebica). Namun tumbuhan epifit ini memiliki karakter yang berbeda.
Jenis anggrek ini memiliki batang yang kuat dan tinggi dengan ruas-ruas sepanjang 4-10 cm. Memiliki daun yang tebal berdaging dan pipih memanjang dengan panjang daun hingga mencapai 35 cm dan lebar sekitar 5 cm. Bunganya unik yang sekilas menyerupai hewan kalajengking lengkap dengan sengat dan kaki-kakinya. Oleh karena itulah anggrek ini kemudian disebut sebagai anggrek kalajengking.
Bunga tumbuh tidak terlalu lebat dengan ukuran tinggi antara 10-11 cm dan lebar antara 7-8,5 cm. Bunga anggrek ini berwarna kuning semu kehijauan dengan lurik berwarna cokelat gelap. Bunga beraroma harum. Sebagai anggrek epifit, anggrek kalajengking tumbuh menempel di batang pohon dengan ketinggian 12 m di atas permukaan tanah.
Saat muda, memiliki akar gantung. Seiring dengan bertambahnya usia, akar gantung akan menyentuh tanah dan berubah fungsi menjadi akar tunjang sebagai penunjang dari batangnya. Karena karakteristik tersebut anggrek jenis ini mudah pula dipelihara sebagai anggrek tanah. Anggrek Kalajengking merupakan salah satu flora asli Indonesia.
Anggrek ini tersebar mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan (Indonesia dan Malaysia). Tumbuhan ini tidak termasuk anggrek yang dilindungi maupun anggrek langka yang terancam punah.
Anggrek Kalajengking (Arachnis flos-aeris)
Di balik keindahan dan keunikannya, ternyata Anggrek Kalajengking membawa mitos tersendiri. Menurut mitos tersebut, siapa yang memelihara atau memiliki anggrek kalajengking akan tertimpa kesialan dan kesusahan hidup. Seperti rumah tangga yang tidak harmonis, sering bertengkar dengan pasangan atau tetangga, serta gampang terkena musibah dan penyakit. Namun mitos biarlah tetap menjadi mitos. Kenyataannya banyak orang yang ‘kepincut’ dengan keunikan jenis anggrek ini. Mereka memelihara anggrek kalajengking sebagai tanaman hias tanpa terpengaruh akan mitosnya.
Klasifikasi Ilmiah Anggrek Kalajengking.
Kerajaan : Plantae. Divisi : Tracheophyta. Kelas : Liliopsida. Ordo : Asparagales. Famili : Orchidaceae. Genus : Arachnis. Spesies : Arachnis flos-aeris (L.) Rchb.f.
Alamendah.org

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga16%
Pilih SedihSedih9%
Pilih SenangSenang28%
Pilih Tak PeduliTak Peduli16%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau19%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Jaring Laba-laba Terbesar di Dunia dan Padi, apa hubungannya? Sebelummnya

Jaring Laba-laba Terbesar di Dunia dan Padi, apa hubungannya?

Ethiopia: Kisah Negeri yang Dulu Kelaparan, dan Kini Begitu Berkembang Selanjutnya

Ethiopia: Kisah Negeri yang Dulu Kelaparan, dan Kini Begitu Berkembang

Akhyari Hananto

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.