Anggrek Kalajengking dari Indonesia. Benarkah Pembawa Sial?

Anggrek Kalajengking dari Indonesia. Benarkah Pembawa Sial?

© Orchidees.fr

Namanya Anggrek Kalajengking atau Arachnis flos-aeris. Bentuknya unik karena memiliki bunga yang mirip hewan kalajengking. Dan mitosnya, anggrek unik dan harum ini mampu membawa sial dan kesusahan hidup bagi setiap orang yang memeliharanya. Benarkah?
Di Indonesia anggrek ini dikenal dengan nama anggrek kalajengking atau anggrek ketonggeng. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai scorpion orchid. Nama latin tanaman ini adalah Arachnis flos-aeris (L.) Rchb.f. dengan beberapa nama sinonim seperti Aerides arachnites Sw., Aerides matutina Willd., Arachnanthe flos-aeris (L.) J.J.Sm., Arachnanthe moschifera (Blume) Blume, Arachnis flos-aeris var. gracilis Holttum, Arachnis moschifera Blume, Epidendrum aerosanthum St.-Lag., Epidendrum flos-aerisL., Limodorum flos-aeris (L.) Sw., Renanthera arachnites (Sw.) Lindl., Renanthera flos-aeris (L.) Rchb.f., Renanthera moschifera (Blume) Knuth, dan Renanthera moschifera(Blume) Hassk
Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)
Anggrek kalajengking (Arachnis flos-aeris) memang masih berkerabat dekat dengan Anggrek kalajengking putih (Arachnis hookeriana), Anggrek kalajengking merah (Arachnis maingayi) maupun Anggrek berbulu leopard (Arachnis celebica). Namun tumbuhan epifit ini memiliki karakter yang berbeda.
Jenis anggrek ini memiliki batang yang kuat dan tinggi dengan ruas-ruas sepanjang 4-10 cm. Memiliki daun yang tebal berdaging dan pipih memanjang dengan panjang daun hingga mencapai 35 cm dan lebar sekitar 5 cm. Bunganya unik yang sekilas menyerupai hewan kalajengking lengkap dengan sengat dan kaki-kakinya. Oleh karena itulah anggrek ini kemudian disebut sebagai anggrek kalajengking.
Bunga tumbuh tidak terlalu lebat dengan ukuran tinggi antara 10-11 cm dan lebar antara 7-8,5 cm. Bunga anggrek ini berwarna kuning semu kehijauan dengan lurik berwarna cokelat gelap. Bunga beraroma harum. Sebagai anggrek epifit, anggrek kalajengking tumbuh menempel di batang pohon dengan ketinggian 12 m di atas permukaan tanah.
Saat muda, memiliki akar gantung. Seiring dengan bertambahnya usia, akar gantung akan menyentuh tanah dan berubah fungsi menjadi akar tunjang sebagai penunjang dari batangnya. Karena karakteristik tersebut anggrek jenis ini mudah pula dipelihara sebagai anggrek tanah. Anggrek Kalajengking merupakan salah satu flora asli Indonesia.
Anggrek ini tersebar mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Bali, hingga Kalimantan (Indonesia dan Malaysia). Tumbuhan ini tidak termasuk anggrek yang dilindungi maupun anggrek langka yang terancam punah.
Anggrek Kalajengking (Arachnis flos-aeris)
Di balik keindahan dan keunikannya, ternyata Anggrek Kalajengking membawa mitos tersendiri. Menurut mitos tersebut, siapa yang memelihara atau memiliki anggrek kalajengking akan tertimpa kesialan dan kesusahan hidup. Seperti rumah tangga yang tidak harmonis, sering bertengkar dengan pasangan atau tetangga, serta gampang terkena musibah dan penyakit. Namun mitos biarlah tetap menjadi mitos. Kenyataannya banyak orang yang ‘kepincut’ dengan keunikan jenis anggrek ini. Mereka memelihara anggrek kalajengking sebagai tanaman hias tanpa terpengaruh akan mitosnya.
Klasifikasi Ilmiah Anggrek Kalajengking.
Kerajaan : Plantae. Divisi : Tracheophyta. Kelas : Liliopsida. Ordo : Asparagales. Famili : Orchidaceae. Genus : Arachnis. Spesies : Arachnis flos-aeris (L.) Rchb.f.
Alamendah.org

Pilih BanggaBangga17%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang27%
Pilih Tak PeduliTak Peduli17%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau20%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Jaring Laba-laba Terbesar di Dunia dan Padi, apa hubungannya? Sebelummnya

Jaring Laba-laba Terbesar di Dunia dan Padi, apa hubungannya?

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia Selanjutnya

Jelang 55 Tahun Perkembangan Teknologi Material Indonesia

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.