Inilah Sang Srikandi Bulutangkis Putri Di Era 70-an!

Inilah Sang Srikandi Bulutangkis Putri Di Era 70-an!

ang Srikandi Bulutangkis Putri Di Era 70-an © Problem, Question & Solution

Ialah Utami, yang merupakan satu dari delapan saudara kandung Rudy Hartono. Bernama Tionghoa Nio Pik Wan ini rupanya merupakan anak dari pendiri PB Suryanaga Zulkarnain Kurniawan yang lahir di Surabaya pada 16 Juni 1951.

Utami telah doyan dengan bulutangkis sejak kecil. Bahkan sang ayah sendiri yang melatihnya di perkumpulan bulutangkis, yang sebelum tahun 1966 bernama Naga Kuning.

Seiring berjalannya waktu, nama Utami malang melintang di cabang olahraga ini. Ia berhasil mengukir keberhasilannya di kancah nasional bahkan internasional.

Seperti yang tercantum dalam Historia, Utami sudah mampu mencicipi gelar kejuaraan nasional junior di 1967. Prestasinya pun bertambah tatkala berhasil juara di Kejurnas 1971 – 1975. Ia juga diketahui menyumbang medali emas untuk Kontingen Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 1969 (tunggal dan ganda putri), 1973 (tunggal putri), dan 1977 sebagai beregu putri.

Utami, Pebulu Tangkis Indonesia di Era 70-an | Sumber dok: Wikipedia
Utami, Pebulu Tangkis Indonesia di Era 70-an | Sumber dok: Wikipedia

Di Olimpiade 1972 yang digelar di Munich, Jerman, Utami turut ambil bagian di nomor tunggal putri. Ia melaju hingga memasuki partai puncak, sampai kemudian terhenti atas kemenangan Jepang yakni Noriko Nakayama dalam dua set dengan skor 11 – 5 dan 11 – 3.

Meski bergelar runner up, namun pencapaian internasional ini tentu menambah deretan gelar yang berhasil diraih Utami. Sebab, sebelumnya ia juga merengkuh prestasi di Kejuaraan 1971 dan medali emas pada Asian Games 1970. Prestasi itu yang membuat Utami kembali bergabung pada tim Uber Cup 1975.

Prestasi paling prestius yang berhasil diraihnya ketika memenangi Uber Cup di 1975. Selebihnya ia beberapa kali juara, seperti halnya di Australian Open 1975, Mexica Open 1979, South African Open 1980, dan US Championship 1981.

US Championship 1981 yang kemudian menjadi kejuaraan terakhir Utami. Di situlah menjadi puncak kariernya hingga membuatnya masuk dalam majalah olahraga ternama Sports Illustrated.

Namun setelah dipinang oleh pebulutangkis asal Amerika, Chris Kinard, Utami diketahui pindah kewarganegaraan tepat di 1978. Sejak saat itu, ia hampir tak pernah melakukan komunikasi dengan mantan rekan sejawatnya.

Akan tetapi, biar bagaimanapun, jasa juga keberhasilannya membawa harum bangsa ini adalah sebuah bagian dari prestasi yang membanggakan.


Sumber: Historia

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Festival Mie Indonesia Kembali Digelar di Maroko Sebelummnya

Festival Mie Indonesia Kembali Digelar di Maroko

"Tanpanya,  Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet" Selanjutnya

"Tanpanya, Mungkin Saya Jadi Penjual Es di Tebet"

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.