Merayakan Natal di Kampung Hlongching, Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Merayakan Natal di Kampung Hlongching, Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Suasana Ibadah Singkat di Kampung Lhongching, 25 Desember 2018

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Umat Kristiani di seluruh dunia sedang merayakan Hari Kelahiran Yesus Kristus atau Hari Natal pada tanggal 25 Desember 2018. Tidak ketinggalan dari perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini juga membuat perayaan sederhana yang diadakan bersama masyarakat dari Kampung Hlongching.

Perayaan dimulai sekitar pukul 13.00 WIT dan diawali dengan puji-pujian rohani yang kemudian dilanjutkan dengan renungan singkat dan diakhiri dengan hidangan dari salah satu adat Papua yaitu Barapen atau bakar batu.

"Tujuannya untuk memperingati Hari Kelahiran Tuhan Yesus, kemudian kami adakan kegiatan seperti ini (acara Natal dan Bakar Batu) supaya ada kebersamaan." kata Pak Menes Enambere selaku tetua di kampung tersebut.

Perayaan Natal merupakan hal fundamental dalam umat Kristiani dan diadakan setiap tahunnya. Tidak jarang makna Natal tersebut menyimpang seiring berkembangnya zaman. Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, Kampung Hlongching mampu memberikan warna dan makna yang sesungguhnya pada hari yang dikuduskan oleh pemeluk agama Kristen.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Melaju Sekencang 30 Mbps dengan Palapa Ring Sebelummnya

Melaju Sekencang 30 Mbps dengan Palapa Ring

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Walter Ng
@real_wangg

Walter Ng

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.