Profil PNS Inspiratif 2018: Hunggul Yudono, Pahlawan Cahaya di Pelosok Indonesia

Profil PNS Inspiratif 2018: Hunggul Yudono, Pahlawan Cahaya di Pelosok Indonesia

Hunggul Yudono © Kementrian PANRB

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Ir. Hunggul Yudono, SHN, M.Si atau yang akrab disapa Hunggul merupakan salah satu PNS Inspiratif yang memiliki banyak inovasi bagi penduduk yang tinggal di pelosok. Penduduk yang pelosok tentunya jauh dari jangkauan pembangunan infrastruktur sehingga membuat mereka memutar otak untuk tetap bertahan hidup.

Dengan teknologi sederhana buatan Hunggul ini membuat dunia mereka berubah. Hunggul mengandalkan teknologi sederhana pembantik listrik mikrohidro untuk mengadakan aliran listrik di banyak tempat yang memang belum tersentuh pembangunan infrastruktur. Selain mendapat aliran listrik ke pelosok, warga sekitar pun juga menjadi ikut andil dalam perawatan lingkungan. Hal ini mereka lakukan demi menjaga aliran air deras yang juga mereka gunakan untuk membangkitkan aliran listrik yang juga mereka butuhkan. Selain itu, mereka juga mulai mengembangkan usaha kecil dengan menggunakan energi listrik.

Dari teknologi mikrohidro yang ia buat, Hunggul juga mengembangkan teknologi Mikrohidro untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa yang tinggal di sekitar hutan dengan pengembangan PUE (Productive use of Energy). Pembangkit Listrik Mikrohidro ini juga sangat murah untuk pemeliharaan alatnya.

Dalam pengembangannya, pada pertengahan tahun 2004 kegiatan rekayasa alat mikro sekaligus mengaplikasikannya ke masyarakat pertama kali di Tana Toraja. Dengan adanya inovasi ini, Hunggul mendapat sambutan baik dari masyarakat terutama masyarakat di Sulawesi Selatan.

Hunggul Bersama Masyarakat Setempat | Foto : KemenpanRB
Hunggul Bersama Masyarakat Setempat | Foto : Kementrian PANRB

Hingga saat ini, Hunggul dan tim telah membangun pembangkit listrik mikrohidro di 20 lokasi di seluruh Indonesia dari biaya dan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan bahkan swadaya murni masyarakat.

Berhasilnya pengembangan teknologi mikrohidro ini tak membuat Hunggul memanfaatkan kesempatan. Hunggul tak mengambil atau meminta royalti dari teknologi mikrohidro yang ia kembangkan ini. Bahkan, Hunggul secara gencar mempublikasikannya secara cuma-cuma di media sosial miliknya seperti Facebook.

Hunggul sengaja tidak mematenkan temuannya. Hal ini ia lakukan bukannya tanpa tujuan, melainkan agar karyanya bisa ditiru sebanyak-banyaknya untuk membantu kehidupan orang yang mungkin membutuhkannya. Bahkan di sela-sela kesibukannya, Hunggul menyempatkan diri untuk menulis buku tentang pembangkit mikrohidro dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami banyak orang agar mereka bisa ikut menggunakan temuannya itu dengan mudah.

Hunggul Yudono dan Keluarga | Foto : Kementrian PANRB
Hunggul Yudono dan Keluarga | Foto : Kementrian PANRB

Di samping kesibukannya megembangkan temuannya untuk kemaslahatan masyarakat, lelaki kelahiran Yogyakarta, 7 November 1967 ini juga merupakan seorang ayah dengan tiga anak. Hunggul juga memiliki jabatan tinggi, yaitu Peneliti Madya bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah pada Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Makassar.

Selain kesibukannya dengan jabatan dan keluarganya, Hunggul juga menyusun disertasi program S3 di Faculty of Geo-information, Science and Earth Observation, Twente University, The Netherlands dengan tesis berjudul: “Engaging with Adat People in Sustainable Forest Management”.

Penemuan mikrohidro-nya yang sudah dimanfaatkan banyak masyarakat di pelosok Indonesia tak membuatknya puas, Hunggul juga menciptakan banyak temuan lainnya seperti penakar hujan ATHUS (Alat Takar Hujan Sederhana) untuk membangun sistem peringatan dini banjir dan longsor maupun upaya pengendalian dampak kekeringan.

ATHUS dan konsep pemanfaatannya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2010 sebagai salah satu dari ”102 inovasi paling prospektif di Indonesia tahun 2010”. Selain itu, Hunggul juga telah menciptakan Kombi (Kompor Biomassa) yang sangat ekonomis karena mengombinasikan pembangkit mikrohidro dan biomas sebagai penggerak operasionalnya, dan alat penghancur sampah.

Hunggul juga menciptakan alat untuk menghancurkan sampah untuk membuat pupuk kompos. Dari sekian banyaknya temuan yang Hunggul buat tersebut, terlihat bahwa ia ingin semua temuannya dapat berguna bagi semua lapisan masyarakat dan dapat dimanfaatkan dengan mudah. Dari situ, Hunggul juga merupakan sosok yang sangat mengabdi kepada lingkungan dan masyarakat dan mempergunakan ilmu pengetahuannya benar-benar berguna bagi seluruh masyarakat.


Sumber:

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Alba Akhirnya Pulang Kampung Sebelummnya

Alba Akhirnya Pulang Kampung

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona Selanjutnya

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona

Dea Apriliani
@deaaapriliani

Dea Apriliani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.