Si Gadis Cemerlang Penulis Buku Sedari Kecil

Si Gadis Cemerlang Penulis Buku Sedari Kecil

Sherina Salsabila (sumber : Sherina Salsabila)

Bagi banyak orang menulis bukan hal yang mudah, perlu banyak latihan dan banyak pengetahuan, apalagi menulis novel dan buku. Namun bagi beberapa orang keahlian menulis bisa jadi didapat sejak dini seperti bakat alami. Seperti gadis yang satu ini yang telah menulis buku cerita, merangkai kata yang apik dan menerbitkan buku sejak kecil,

Adalah Sherina Salsabila, gadis berusia 18 tahun yang kini telah menerbitkan 35 judul buku. Berawal dari menulis diary, gadis yang waktu kecilnya suka berkhayal ini memang tak pernah diam. Keahlian berkhayalnya didapat karena sang ibu, Helena Noviarni yang selalu membacakan buku cerita dan majalah.

Sherina Salsabila (sumber : Sherina Salsabila)
Sherina Salsabila (sumber : Sherina Salsabila)

“Sejak kecil aku anaknya memang suka berkhayal, hyperactive dan ga bisa diam, jadi mamaku mencari cara biar aku bisa duduk diam ditempat. Nah mama akhirnya beli buku cerita dan majalah lalu dibacakan untuku, sampai ceritanya habis mama pun harus mengarang cerita yang lain buatku” ujarnya kepada GNFI.

Gadis kelahiran 29 Oktober 2000 ini pun mulai ikut lomba Children Helping Children yang diselenggarakan oleh Tupperware pada tahun 2010. Ia menulis cerpen berjudul “Aku dan Siti Sahabat Abjad” yang bercerita tentang gadis kecil yang membantu teman buta hurufnya hingga sampai pandai membaca. Cerita ini pun mengantarkan Sherina menjadi juara 3 Tupperware Children Helping Children 2010 tingkat nasional.

Novel Solo Sherina Salsabila (sumber : Sherina Salsabila)
Novel Solo Sherina Salsabila (sumber : Sherina Salsabila)

Keahlian Sherina dalam menulis diperkuat dengan diyakinkannya sang ibu oleh guru SD Sherina, yakni pak Gofur.

“Pak Gofur bilang ke mama saat ambil rapor bahwa aku punya bakat menulis, karena menurut pak Gofur setiap pelajaran mengarang, karangan punyaku beda dari yang lain”. Ungkapnya.

Sherina berhasil menerbitkan novel pertamanya pada tahun 2011 yakni kumpulanpemenang Children Helping Children 2010 diterbitkan oleh Erlangga for Kids, saat ia duduk di kelas 5 SD.

Novel solo pertama gadis yang mengidolakan penulis John Green ini terbit pada saat ia duduk di kelas 7 dengan judul “Petualangan Hati Jelajahi Pelangi”.

“Rasanya luar biasa karena untuk pertama kalinya aku bisa menulis lebih dari 40 halaman”, ucap Sherina kepada GNFI.

Novel Q & A karangan Sherina Salsabila (sumber : Sherina Salsabil)
Novel Q & A karangan Sherina Salsabila (sumber : Sherina Salsabil)

Ia juga menulis novel teenlit berjudul “Q & A” yang memiliki kesan tersendiri karena itu adalah novel teenlit pertamanya.

"Hampir semua kisah yang aku tulis punya kesan tersendiri. Karena di setiap buku itu aku menulisnya dengan sepenuh hati. Tapi novel Q & A, novel terbaruku memang punya kesan khusus buatku. Selain karena itu teenlit pertamaku, banyak sekali perasaan dan pesan yang terlibat di dalamnya.", terang Sherina kepada GNFI

Hingga kini, mahasiswi jurusan Radio, Televisi dan Sinema di Gazi Universitesi- Ankara sekaligus penerima beasiswa pemerintah Turki (Turkiye Burslari) ini telah menerbitkan 35 judul buku dan menerima beberapa penghargaan, diantaranya adalah Penghargaan dari Perpusnas RI 2018 dengan novelnya yang berjudul “Jangan Menyerah Adiba” sebagai Buku Terbaik yang dituis anak SMA. Yang lebih mengagetkan lagi adalah sang adik yang bernama Queen Aura juga mendapat penghargaan sebagai buku Terbaik anak SD.

Di tahun 2015, Sherina pernah dinobatkan sebagai Tokoh Anak dan Remaja dan mendapat Anugrah Kebudayaah dari Kemendikbud RI.

Sherina dan Queen (sumber : Sherina Salsabila)
Sherina dan Queen (sumber : Sherina Salsabila)

“aku dianggap layak mendapatkannya karena berdedikasi pada kebudayaan sebagai penulis anak produktif. Saat itu aku sudah menulis 16 buku.” Cerita Sherina saat diwawancara oleh GNFI.

Meski anak dari pasangan Aan Abdiansyah dan Helena Noviarni sudah sering menulis, ia pun juga mengalami beberapa kesulitan dalam menulis seperti ketiadaan ide dalam menulis sampai pemahaman EYD, tanda baca, kosa kata dan diksi.

“Pernah doong. Ketika diawal-awal belum paham EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), tanda baca, kosa kata dan diksi yang masih rumpang. Lalu menghadapi dunia penerbitan yang susah diprediksi. Naskah yang ditolak atau sudah MoU tapi belum naik cetak. Kalau kesulitan atau kendala akan selalu ada. Tapi menurutku itu justru merupakan sebuah tantangan yang harus dituntaskan.” Kata Sherina lugas.

Untuk anak muda Indonesia, kakak dari Quen Aura dan Princeyla Aughea ini memiliki pesan penting untuk kita.

“Buat kamu, iya kamu. Menulislah! Karena seperti yang dikatakan oleh Pramoedya Ananta Toer, orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian!" ungkapnya.

“Jangan biarkan ide yang tercetus di kepala menguap begitu saja. Tangkap idemu, catat, kembangkan, jadikan hal indah untuk dibagikan dalam tulisan!”

_Sherina Salsabila_

.

.

.

*GNFI

Pilih BanggaBangga66%
Pilih SedihSedih3%
Pilih SenangSenang5%
Pilih Tak PeduliTak Peduli3%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau11%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pantau Kemacetan dari Aplikasi SITS CCTV Surabaya Sebelummnya

Pantau Kemacetan dari Aplikasi SITS CCTV Surabaya

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar Selanjutnya

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar

adli hazmi

Coffee addict, travel and sport enthusiast. a person who really likes international politics. Follow my Instagram @adli_hazmi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.