Mengenalnya, Sang Pahlawan Muda yang Mati di Laut Banda

Mengenalnya, Sang Pahlawan Muda yang Mati di Laut Banda

Martha Christina Tiahahu © Sabigaju

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Orang-orang mengenal Kapiten Paulus Tiahahu sebagai orang terpandang di Nusa Laut, Maluku. Mereka pun turut memiliki rencana guna melawan pemerintah kolonal.

Paulus diketahui hanya mempunyai satu orang anak yakni Martha Christina.

Di usianya yang ke-17 Martha telah mengetahui soal rencana ayahnya yang hendak melawan koloni. Sebab ia pun memang cukup dekat dengan sang ayah, karena ibunya telah meninggal dunia.

Melalui Tirto diketahui bahwa Martha sudah tiga kali ingin ikut bertempur melawan pemerintah kolonial, namun tiga kali itu pula Paulus melarang. Akan tetapi, larangan itu pada akhirnya menjadi sia-sia sebab putri tunggalnya rupanya turut hadir di medan perang.

Saat itu di daerah Ulat dan Ouw, Saparua, terjadi pertempuran yang membuat terluka para rakyat sipil dan perwira militer Belanda. Di sanalah Martha terlibat. Ia pun menjadi sosok yang luar biasa berani.

Martha Christina | Sumber dok: Sebangsa
Martha Christina | Sumber dok: Sebangsa

Ia diketahui tak hanya menolong dengan memikul senjata ayahnya, melainkan turut serta dengan para pemimpin perang mengadakan tarian perang dan mampu memperlihatkan kecakapan, keberanian, juga kewibawaannya.

Bahkan ia terbiasa memegang tombak untuk bertempur dan cukup berhati-hati hingga selamat dalam pertempuran.

Namun di tanggal 12 November 1817, para pemimpin Nusa laut berhasil disergap. Termasuk Martha Christina dan ayahnya yang makin tua. Setelah ditahan dan diperiksa pada 15 November oleh Laksamana Buyskes, Martha berusaha bersikap tenang.

Setelah mendengar vonis mati untuk ayahnya, Martha berusaha membujuk para pejabat Belanda agar dirinya menggantikan ayahnya dalam menjalani hukuman. Walau Martha sendiri termasuk yang mendapat hukuman dengan dibuang ke Jawa.

Hukuman mati Paulus dilakukan pada 17 November 1817, di mana ketika itu ia dieksekusi di sebuah tanah lapang. Saat itu Martha dibawa masuk agar tidak melihat kematian ayahnya.

Martha Christina sendiri sempat tidak ditahan dan dibiarkan bergerak dalam ruang yang agak lebar. Namun, karena tingkahnya yang dianggap gila oleh aparat, Martha pun ditangkap dengan dinaikkan ke kapal Eversten dan ditempatkan dalam ruangan kosong.

Rasa sedih yang dirasakan atas kematian ayahnya terus membekas hingga membuatnya jatuh sakit dan tak mau menerima obat dari aparat Belanda.

Ia pun turut kehilangan kebebasan. Di usianya yang baru 17, ia sudah menjadi tahanan bagi aparat kolonial.

Tepat di malam tahun baru 1818, tubuhnya semakin lemah. Dini hari di 2 Januari 1818, di perairan antara Pulau Buru dan Manippa, Martha Christina Tiahahu menghembuskan nafas terakhirnya dengan usia yang hampir menjelang 18 tahun.

Sumber: Tirto

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga26%
Pilih SedihSedih53%
Pilih SenangSenang11%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau11%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Dengan OSS, Izin Pendirian Usaha Kini Lebih Singkat! Sebelummnya

Dengan OSS, Izin Pendirian Usaha Kini Lebih Singkat!

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Aninditya Ardhana Riswari
@anindityaar_1997

Aninditya Ardhana Riswari

anindityaardhana.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.