Tiga Startup untuk Atasi Persoalan Sosial. Ada Apa Saja?

Tiga Startup untuk Atasi Persoalan Sosial. Ada Apa Saja?

Para pembicara di acara Srawung Mahasiswa #1 © Dok. Srawung Mahasiswa #1

Tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan hasil karyanya berupa produk start-up untuk mengatasi persoalan sosial. Mereka melakukannya di acara Srawung Mahasiswa #1 di Digilib Café, FISIPOL UGM, 30 November lalu.

Muhammad Rilo Nugroho, Kintansari Adhyna Putri dan Marizal Fanani, merupakan ketiga mahasiswa yang diundang ke acara ini, untuk membagikan pengalamannya mendirikan produk startup dalam mengatasi persoalan sosial.

Dimulai dari Muhammad Rilo Nugroho, co-founder Lomba Mahasiswa ini menceritakan kesulitannya mencari sumber informasi perlombaan yang terpercaya dan aktual, serta minimnya publikasi mahasiswa yang berprestasi di perlombaan.

Ia bersama teman-temannya kemudian berinisiatif membuat startup bernama Lomba Mahasiswa, yang memuat informasi tentang segala macam perlombaan mahasiswa. Akun Lomba Mahasiswa dapat diakses di Instagram dana kun ofisial LINE.

Rilo mengungkapkan bahwa tidak mudah mengawali kiprah Lomba Mahasiswa. Namun dengan penuh kesabaran dan pantang menyerah, akhirnya startup buatannya kini menjadi salah satu sumber referensi terpercaya mengenai informasi perlombaan mahasiswa.

Kemudian pembicara yang kedua ialah Kintansari Adhyna Putri, atau yang biasa dipanggil Kintan. Ia merupakan CEO dari Global Empowerment Steps (GPS), sebuah startup yang berfokus di pemberdayaan sosial di daerah-daerah terpinggirkan, salah satunya di daerah Bantargebang.

Lalu yang ketiga adalah Marizal Fanani, CEO freesooner.id. Produk startup ini berfokus pada pemberdayaan mantan narapidana setelah keluar dari Lapas. Dengan freesooner.id, mantan narapidana diupayakan dapat lebih dihargai di masyarakat melalui inovasi-inovasi yang dilakukannya.

Acara talkshow Srawung Mahasiswa ini diadakan oleh Lomba Mahasiswa, dan merupakan gelaran yang pertama. Selanjutnya acara ini juga akan diadakan di fakultas-fakultas lain di UGM, dan tidak menutup kemungkinan akan turut diselenggarakan di kampus lain di Yogyakarta.**

Pilih BanggaBangga80%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Pabrik Pengalengan Tuna Indonesia Ternyata Paling Sadar Lingkungan Sebelummnya

Pabrik Pengalengan Tuna Indonesia Ternyata Paling Sadar Lingkungan

Selandia Baru yang Jatuh Cinta dengan Kopi Instan Indonesia Selanjutnya

Selandia Baru yang Jatuh Cinta dengan Kopi Instan Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.