Dua Alternatif Pengganti WhatsApp. Buatan Indonesia, Lho!

Dua Alternatif Pengganti WhatsApp. Buatan Indonesia, Lho!

Ilustrasi penggunaan aplikasi di ponsel © Robin Worrall/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kepopuleran aplikasi WhatsApp (WA) telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari generasi Z, Y, dan X, hampir semuanya sudah menggunakan aplikasi ini untuk berkomunikasi. Namun, tahukah kalian kalau ada aplikasi alternatif WA dan itu dibuat oleh orang Indonesia?

Ada dua aplikasi alternatif WA, dan semuanya adalah karya anak bangsa. Aplikasi pertama bernama Callind, dan yang kedua bernama NU Mobile.

Kita mulai dari yang pertama. Callind merupakan nama kependekan dari Calling Indonesia yang berarti Indonesia Memanggil. Aplikasi ini dibuat oleh Novi Wahyuningsih, wanita berusia 26 tahun asal Kebumen, Jawa Tengah.

Tampilan aplikasi Callind | Foto: Serambi Indonesia
Tampilan aplikasi Callind | Foto: Serambi Indonesia

Mulai dirilis pada Mei 2016, aplikasi Callind memiliki beragam keunggulan dibandingkan WA. Salah satunya adalah fitur memasang iklan dan layanan jual-beli produk para penggunanya. Itu melengkapi fungsi dasarnya untuk berkirim pesan, telepon, video call, dan berbagi file.

Dari pantauan GNFI, sampai hari Minggu (6/1) aplikasi Callind telah diunduh lebih dari 500 ribu kali di Google Play Store, dengan rating 4,3. Seluruh top features-nya mendapat nilai rata-rata memuaskan dari pengguna, mulai 89% sampai 94%.

Kemudian yang kedua adalah NU Mobile. Aplikasi buatan Nahdlatul Ulama (NU), salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, diluncurkan pada November 2017. Fitur komunikasi di aplikasi ini berbasis SIMless.

Tampilan aplikasi NU Mobile | Foto: RSI News
Tampilan aplikasi NU Mobile | Foto: RSI News

Sampai hari Minggu (6/1), aplikasi NU Mobile telah diunduh lebih dari 100 ribu kali di Google Play Store, Rating-nya mencapai 4,6 dari 4.659 pengguna yang memberi penilaian. Lalu top features-nya rata-rata mendapat nilai di atas 90%.

Hmm… WhatsApp sepertinya mendapat kompetitor berat nih di Indonesia. Lalu bagaimana denganmu, Kawan GNFI? Sudahkah mengunduh kedua aplikasi karya anak bangsa tersebut?


Sumber: Tempo.co

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga45%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang27%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi9%
Pilih TerpukauTerpukau18%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Rupiah Menguat Tertinggi di Asia Sebelummnya

Rupiah Menguat Tertinggi di Asia

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

1 Komentar

  • Dejay

    wahh patut bangga nih kita

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.