Batu Menyerupai Hewan Ini Menyimpan Mitos, Apakah Itu?

Batu Menyerupai Hewan Ini Menyimpan Mitos, Apakah Itu?

Salah satu sudut Batu Kuda © Dadang/detikTravel

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jika kawan berkunjung ke Ciamis, tepatnya di kawasan kaki Gunung Sawal, Blok Pasirmalang, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, maka kawan akan menemui sebuah batu yang bentuknya menyerupai seekor Kuda. Uniknya, ada sebuah mitos yang tersimpan di batu kuda tersebut. Konon, yang menaiki bisa pusing-pusing bahkan kesurupan.

Batu kuda tersebut merupakan sebuah batu besar yang menyerupai kuda lengkap dengan pelananya.

Kembali ke mitos yang dipercayai warga setempat, kepercayaan tersebut akan berlaku jika batu tersebut dinaiki. Bahkan beberapa warga juga sempat melihat batu tersebut bercahaya pada malam-malam tertentu, seperti pada malam Jumat Kliwon.

Diketahui dari salah satu warga setempat bernama Asep Hidayat, dulunya lokasi ini adalah tempat menggembala kuda dan kerbau. Kemudian terdapat perebutan kekuasaan lahan terhadap kawasan tersebut hingga akhirnya dibiarkan begitu saja.

"Memang di sini batu itu disebutnya batu 'kuda', ada pelananya dan pijakannnya. Namun ada mitos yang berkembang kalau seseorang naik, tidak lama setelah turun akan merasa pusing. Tak jarang juga sampai kesurupan. Jadi warga di sini jarang yang berani naik ke batu itu," terangnya dilansir dari detikTravel.

Asep menjelaskan, beberapa minggu kebelakang ada tiga anggota klub motor di Ciamis yang kesurupan, saat melaksanakan kegiatan di sekitar lokasi batu 'kuda'.

Warga setempat juga tidak ada yang berani mengutak-atik batu tersebut atau sekedar memindahkannya karena khawatir akan menimbulkan malapetaka.

"Dulu menurut orang tua, di batu ini juga sempat ada ritual dan sesajen namun seiring waktu sekarang sudah tidak ada lagi,” tambah Asep.

Mengenai mitos, memang tidak semua orang dapat mempercayainya, namun menurut Asep dengan adanya mitos tersebut, batu kuda ini tetap berdiiri kokoh di bukit kaki Gunung Sawal. Asep mengatakan menurut sesepuhnya bahwa batu tersebut menjadi sebuah patok penguat tanah atau penyangga gunung supaya tidak longsor.

Bagaimana menurut kawan GNFI?


Sumber: Detik

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sudah Lama Ada di Korea, Selandia Baru, dan Singapura, Terbaru di Indonesia Sebelummnya

Sudah Lama Ada di Korea, Selandia Baru, dan Singapura, Terbaru di Indonesia

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 Juni 1859) - Titik Awal Perniagaan Pelabuhan Pekalongan

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.