Mojokerto, Terkecil di Indonesia tapi Jangan Sepelekan Potensinya

Mojokerto, Terkecil di Indonesia tapi Jangan Sepelekan Potensinya
info gambar utama

Kecil luas wilayahnya, tapi besar potensi wisatanya. Itulah Mojokerto, sebuah kota di Jawa Timur, yang terletak sekitar 50 kilometer dari Surabaya.

Mojokerto “dinobatkan” sebagai kota terkecil di Indonesia, lantaran luas wilayahnya yang hanya 16,47 Km2. Angka tersebut hanya sekitar 10% dari luas wilayah kota Bandung. Untuk urusan kecil-kecilan wilayah, yang bisa menyaingi Mojokerto hanya Magelang di Jawa Tengah (18,12 Km2) dan Padang Panjang di Sumatera Barat (19,89 Km2).

Walau demikian, bukan berarti Mojokerto kota yang tidak bisa dinikmati keindahannya. Seperti kata pepatah “kecil-kecil cabe rawit”, kota Mojokerto punya potensi wisata yang menggigit, mulai dari bangunan sampai kulinernya.

Di Mojokerto ada dua bangunan bersejarah, tempat ibadah yang dibangun sejak zaman Belanda. Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat merupakan gereja tertua di Mojokerto, sedangkan Masjid Agung Al-Fattah sudah berdiri sejak 7 Mei 1878 di sebelah barat Alun-Alun.

Selain itu ada pula Dermaga Sungai Brantas. Tempat ini biasa digunakan sebagai rekreasi keluarga dan arena jogging. Untuk membahagiakan perut, di lokasi ini juga ada banyak warung lesehan yang menjajakan beragam makanan seperti bakso, kikil, dan soto ayam.

Bicara tentang perut, Mojokerto punya pusat oleh-oleh tersendiri lho, Kawan GNFI! Letaknya di Jalan Benteng Pancasila, atau yang kerap disingkat Benpas. Di Benpas, tidak hanya oleh-oleh makanan saja yang bisa dijumpai, tapi juga produk-produk garmen seperti sepatu dan tas.

Ramainya Benpas juga membuat tempat ini jadi arena berkumpul anak-anak muda dari kota sekitaran Mojokerto, seperti Sidoarjo, Jombang, Lamongan, Nganjuk, Kediri, Surabaya, dan Pasuruan. Biasanya mereka berkunjung ke Benpas di malam Minggu atau hari libur nasional.

Lalu apabila Kawan GNFI berminat melakukan wisata kuliner di Mojokerto, ada beberapa makanan yang menarik untuk disantap. Beberapa di antaranya seperti Onde-onde Bo Liem yang melegenda sejak 1929, Sate Bangil Bang Soleh, gulai menthok, dan botok tempe.


Sumber: Genpi.co, beritagar.id, Tribun Medan

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini