Dipenghujung tahun 2018 lalu, Surabaya memiliki tugu baru yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur 2018, Dr.H. Soekarno, yaitu Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha. Tugu yang dibangun di Jalan Pahlawan ini menjadi simbol pencapaian Jawa Timur yang telah berhasil meraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha sebanyak tiga kali, atau yang terbanyak dalam sejarah diantara provinsi-provinsi lainnya di Indonesia.

"Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha dibangun sebagai simbol prestasi Gubernur Jawa Timur Soekarwo selama dua periode," tutur Kepala Biro Humas dan Protokol Jawa Timur, Aries Agung Paewai, dikutip dari IDN Times

sumber : piknow
sumber : piknow

Tugu tersebut digarap I Nyoman Nuarta, ia mengaku menyelesaikan pembangunan tugu ini hanya dalam waktu 2,5 bulan saja. Tantangannya adalah menggabungkan karakter-karakter yang berbeda-beda dari berbagai daerah di Jatim.

Selain itu, tugu ini juga sebagai penanda titik nol kilometer. Jika sebelumnya titik nol kilometer Surabaya hanya ditandai dengan simbol tugu kecil, kini penanda itu lebih megah.

View this post on Instagram

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meresmikan Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha di depan Kantor Gubernur Jl Pahlawan Surabaya, Jumat (28/12/2018). Peresmian tugu tersebut merupakan peringatan keberhasilan Pemprov Jatim dalam mensejahterakan rakyat. Bentuk tugu menampilkan pelbagai macam patung penari Remo, Reog, dan Gandrun Banyuwangi. Tugu ini dibuat oleh seniman tanah air, Nyoman Nuarta, dalam waktu dua setengah bulan. Tugu ini memiliki tinggi sekitar 5 meter dan panjang 10 meter. Bahan bakunya terbuat dari tembaga, kuningan dan stainless steel. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat meresmikan mengatakan, tugu Parasamya Purnakarya Nugraha merupakan simbol terkait sejumlah keberhasilan Pemprov Jawa Timur pada 178 aspek pembangunan. Antara lain, terkait penurunan tingkat kemiskinan hingga semua jenis manajemen pemerintahan. Ini adalah sebuah penghargaan tertinggi dimana Pemprov Jatim dinilai sebagai pemerintah daerah yang melakukan pembangunan secara holistik dan integralistik. Kali pertama, penghargaan ini diterima oleh Gubernur Jatim, Panji Muhammad Noer, dari Presiden Soeharto. Pasca orde baru, penghargaan ini diraih kembali secara berurutan, yakni pada tahun 2010-2011-2012 dan tahun 2013-2014-2015. #jawatimur #pemprovjawatimur #parasamyapurnakaryanugraha #tuguparasamya

A post shared by Pemerintah Provinsi Jawa Timur (@jatimpemprov) on

Tugu yang menghabiskan biaya Rp.6,9 miliar ini menjadi objek wisata yang Instagramable.Ketika malam hari, tugu akan disorot lampu yang membuatnya makin indah.

"Saya awalnya tahu dari Instagram, lalu sengaja datang ke sini untuk foto-foto karena lokasinya strategis. Dekat dengan banyak tempat wisata, seperti Tugu Pahlawan," kata Faizzatus Shiddiqoh, seorang wisatawan yang dikutip dari IDN Times.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu