Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya Mengapa Ada Budi dan Ani

Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya Mengapa Ada Budi dan Ani

Budi dan Keluarganya

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Ketika kembali ke masa-masa sekolah dulu, khususnya di Sekolah Dasar (SD), tentunya tiap hari kita diharuskan untuk belajar membaca. Selalu ada dua nama yang muncul, mereka adalah Budi dan Ani. Nama yang legendaris tersebut bahkan hampir ada di setiap buku-buku pelajaran, terutama Bahasa Indonesia.

Tokoh fiksi tersebut ternyata diciptakan oleh seorang ibu bernama Siti Rahmani Rauf. Beliau adalah perempuan yang lahir di Padang pada 5 Juni 1919. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Tanah Abang 5, Jakarta Pusat.

sumber : whitepaperconcept
sumber : whitepaperconcept

Budi, Ani dan Ibu mereka adalah tokoh fiksi pada sebuah buku yang terbit pada tahun 1980-an. Penggunaan nama Budi dan Ani bukan semata-mata nama mereka adalah nama umum untuk anak-anak Indonesia, melainkan ada alasan ilmiahnya. Nama tersebut dinilai sangat cocok dengan metode Struktur Analitik Sintetik (SAS). Metode tersebut sangat penting dalam pembelajaran, hal ini karena memadukan unsur dunia anak-anak dengan materi pembelajaran. Dengan kata lain, anak akan lebih cepat belajar dengan memasukkan unsur-unsur kesehariannya.

Perubahan Kurikulum Membuat Budi dan Ani tergeser.

Pada kurikulum 2013, dua tokoh fiksi tersebut mulai tergantikan bahkan dihapuskan dari dunia pendidikan. Tokoh-tokoh fiksi pengganti mereka masih menggunakan nama khas Indonesia, namun dengan ciri khas daerah. Mereka adalah Edo dari Papua, Beni dari Batak, Lani (Meilani) yang memiliki keturunan Tionghoa, Siti dengan Hijabnya, dan Dayu dari Bali. Nama-nama tersebut saat ini sudah banyak dipakai di buku-buku pelajaran anak-anak SD. Hal ini bertujuan untuk menyisipkan toleransi antar suku dan agama sejak kecil.

--

Sumber : YuKepo, GNFI, Kaskus

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga15%
Pilih SedihSedih18%
Pilih SenangSenang16%
Pilih Tak PeduliTak Peduli7%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi27%
Pilih TerpukauTerpukau16%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Dan 3600 Karya dari 130 Negara Dikalahkan Oleh Siswa 17 Tahun Ini Sebelummnya

Dan 3600 Karya dari 130 Negara Dikalahkan Oleh Siswa 17 Tahun Ini

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

1 Komentar

  • Asis

    Adakah yang tahu nama ibu Budi dan nama bapak Budi

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.