Ashafina, Pengukir Sejarah Baru Indonesia di Simulasi Sidang PBB

Ashafina, Pengukir Sejarah Baru Indonesia di Simulasi Sidang PBB

Ilustrasi ruang sidang parlemen © Frederic Köberl/Unsplash

Siswi kelas 12 asal Indonesia yang menimba ilmu di Branksome Hall, Kanada, mengukir sejarah baru di Simulasi Sidang PBB (Persatuan Bangsa-Bangsa). Perempuan bernama Ashafina ini terpilih sebagai Pimpinan Delegasi mewakili seluruh negara Kanada di konferensi tersebut.

Dilansir dari siaran pers yang diterima GNFI, sekolah Branksome Hall di Kanada sudah lebih dari 12 tahun berpartisipasi dalam acara tahunan THIMUN (The Hague International Model United Nations), sebuah konferensi bergengsi dunia simulasi model sidang PBB.

THIMUN merupakan acara besar dunia Simulasi Sidang PBB serta. Ajang ini juga menjadi kesempatan belajar yang luar biasa bagi siswa-siswi untuk mahir dalam menyampaikan ide, mencari solusi bersama serta debat tentang masalah yang terkait dengan diplomasi dan hukum internasional, hak asasi manusia, lingkungan, energi, kesehatan dan pendidikan, serta isu global lainnya. Hasil resolusi peserta THIMUN diakui oleh Sekretaris Jenderal PBB.

dd

Ashafina (depan-kedua dari kiri) bersama dengan delegasi Branksome Hall Kanada dengan Duta Besar Kedutaan Besar Kanada H.E. Sabine Nolke dalam konfrensi THIMUN 2018 | Foto: Branksome Hall

Dalam gelaran THIMUN 2019, tema yang diangkat adalah “Bekerja di Dunia Global: Pentingnya Berbagi Pekerjaan serta Melindungi Pekerja.” Ini merupakan konferensi dunia yang ke-51, dan selain mewakili Kanada, Ashafina juga akan duduk di komisi simulasi International Court of Justice mewakili Iran.

Dengan terpilihnya Ashafina sebagai pimpinan delegasi Kanada, ia bakal mendapat kesempatan berharga untuk memimpin, berbicara, dan menerapkan pendekatan multi-disiplin dalam menyalirkan resolusi dari perspektif internasional. Di konferensi THIMUN, interaksi, kolaborasi, dan lobi dengan delegasi diharapkan dapat menghasilkan banyak solusi.

Ashafina mulai bersekolah di Branksome Hall sejak kelas 10. Dalam kesehariannya, ia sangat aktif di kegiatan ekstra kurikuler seperti pemimpin paduan suara sekolah dan pemimpin publikasi majalah serta homework club.

Ini bukan kali pertama Ashafina berpartisipasi di ajang THIMUN, karena tahun lalu ia juga ikut serta dalam peringatan 50 tahun berdirinya THIMUN. Saat itu acara dibuka oleh raja Belanda, Willem-Alexander, dan para siswi Branksome Hall berkesempatan bertemu dengan duta besar Kanada di Belanda, H. E. Sabine Nolke.**

Pilih BanggaBangga85%
Pilih SedihSedih4%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau12%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Di Belanda Ada Tulip, di Klaten Ada Ini Sebelummnya

Di Belanda Ada Tulip, di Klaten Ada Ini

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu? Selanjutnya

Namanya Siomay Bentuknya Cilok, Makanan apa itu?

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.