Sejarah Telur Asin, Oleh-Oleh Spesial Khas Brebes

Sejarah Telur Asin, Oleh-Oleh Spesial Khas Brebes

AriefPokto's Journal

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jika kawan GNFI sangat suka dengan wisata kuliner, pastinya tidak asing dengan menu salted egg. Untuk kuliner atau makanan yang dijual secara online pun, salted egg juga masuk ke dalam kategori atau menu yang paling banyak dipesan.

sumber : iyaa.com
sumber : iyaa.com


Saus salted egg terbuat dari telur asin yang diolah menjadi cairan saus, Bahkan saus tersebut cocok dimakan dengan menu apa pun, seperti ayam goreng, ikan goreng, cumi maupun udang. Selain itu beberapa restoran juga menjual bakpao, cake, es krim, donat dan waffle dengan tambahan saus salted egg.

Sejarah telur asin di Indonesia

Telur asin adalah masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan cara diasinkan, makanan tersebut sangatlah mudah ditemui di kawasan Asia khususnya di restoran-restoran makanan Chinese food. Di Indonesia sendiri, telur asin mulai dikembangkan pada tahun 1950-an, yaitu pasangan suami-istri bernama In Tjau Seng dan Tan Polan Nio membuka usaha telur asin pertamanya di Indonesia, tepatnya di Brebes, Jawa Tengah.

sumber : blogspot/miss nidy
sumber : blogspot/miss nidy

Industri telur asin di Brebes cukup meluas hingga tersedia beberapa pilihan kualitas telur asin, untuk saat ini masing-masing produsen memiliki cap sendiri-sendiri yang biasanya dapat dilihat pada cangkang kulit telur.

Kualitas telur asin dengan nilai tinggi memiliki ciri-ciri kuning telur berwarna jingga terang, hingga kemerahan, jika digigit tidak mengeluarkan cairan, tidak berbau amis, dan rasa asin tidak menyengat. Telur asin biasanya diproduksi dari telur bebek pelari, karena telur bebek pelari memiliki warna cangkang yang khas, yaitu berwarna biru.

--
SUmber : Wikipedia, pegi pegi, Tirto.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga47%
Pilih SedihSedih7%
Pilih SenangSenang7%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi7%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

2 Lukisan Raden Saleh Ini Direstorasi Sebelummnya

2 Lukisan Raden Saleh Ini Direstorasi

Mengenal Tradisi 'Jimpitan' di Tengah Pandemi, Mungkin Bisa Jadi Solusi Selanjutnya

Mengenal Tradisi 'Jimpitan' di Tengah Pandemi, Mungkin Bisa Jadi Solusi

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

1 Komentar

  • M. Najib Wafirur Rizqi

    Wow terimakasih artikelnya. Kami juga punya camilan telur asin yang bernama TELASIN. Kalian harus cobain, dijamin halal. Produk ini diciptakan dan dikembangkan oleh alumni Unair Yuk cek link berikut : http://news.unair.ac.id/2019/06/24/alumnus-biologi-unair-kembangkan-camilan-telur-asin/

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.