Amerika Punya LinkedIn, Indonesia Punya SociaBuzz Pro

Amerika Punya LinkedIn, Indonesia Punya SociaBuzz Pro

SociaBuzz Pro, fitur baru dari SociaBuzz © SociaBuzz

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kepopuleran LinkedIn sebagai jejaring pekerjaan tampaknya akan segera tersaingi. Aplikasi yang diciptakan Amerika Serikat (AS) tersebut mendapat kompetitor dari Indonesia yang punya keunggulan tersendiri, bernama SociaBuzz Pro.

Itu merupakan fitur baru dari SociaBuzz, sebuah online marketplace untuk mencari dan memesan berbagai jasa kreatif. Di SociaBuzz Pro, para kreator dan pekerja kreatif dapat membuat profil dan menampilkan portofolio hasil karya terbaiknya di satu tempat.

Dilansir dari siaran pers yang diterima GNFI, pengguna SociaBuzz Pro mencakup banyak sekali para pekerja kreatif. Seperti content creator, blogger, YouTuber, influencer, fotografer, videographer, makeup artist, penyanyi, DJ, band, pembawa acara, pembicara, stand up comedian, model, hingga penulis.

Cara pemakaian aplikasi ini sangat mudah. Setelah mendaftar gratis, para pengguna dipersilakan melengkapi profil dan portofolio, kemudian bisa mulai mencari tawaran kerja sama. Di SociaBuzz Pro, tawaran-tawaran kerja sama sudah tersedia dan pengguna tinggal memilih mana yang cocok atau menarik.

Langkah berikutnya adalah menyampaikan harga yang diinginkan, dengan berkirim pesan ke klien. Jika harga sudah disepakati, pengerjaan bisa dilakukan dan diakhiri dengan menerima penghasilan.

Lalu bagaimana jika ada lebih dari satu penawar untuk pekerjaan yang dipilih? Klien akan memilihnya sesuai kebutuhan mereka, dan berlanjut dengan membicarakan detil pekerjaannya.

Contoh profil profesional kreatif di SociaBuzz Pro | Foto: SociaBuzz

“Untuk para profesional kantoran, sudah ada LinkedIn yang bisa menjadi wadah untuk menampilkan CV secara online. Namun berdasarkan pengamatan kami, LinkedIn kurang cocok untuk para profesional kreatif.” ucap CEO dan co-founder SociaBuzz.com, Rade Tampubolon.

“Oleh karena itu kami hadirkan SociaBuzz Pro, di mana para kreator dan pekerja kreatif bisa menampilkan profil dan portofolio hasil karya terbaik mereka dalam satu wadah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rade juga menjelaskan bahwa ke depannya akan semakin banyak masyarakat yang berkecimpung di bidang kreatif sebagai pekerjaan utamanya. Sebab saat ini, sudah jamak ditemui anak kecil atau anak muda yang bercita-cita menjadi content creator atau YouTuber.

Untuk mengenal SociaBuzz Pro lebih dekat, bisa Kawan GNFI lakukan dengan mengunjungi situsweb, Instagram, Facebook, atau Twitter-nya.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli38%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Universitas Indonesia Hadirkan Prodi Pariwisata Sebelummnya

Universitas Indonesia Hadirkan Prodi Pariwisata

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia Selanjutnya

Cinta K’tut Tantri, Gadis Asing Berdarah Viking yang Berjuang Untuk Indonesia

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.