Operasi Pemisahan Kembar Siam? Dokter Indonesia Sudah Lama Mampu

Operasi  Pemisahan Kembar Siam? Dokter Indonesia Sudah Lama Mampu

Ilustrasi © unsplash.com

Oleh: Ahmad Cholis Hamzah*

Seringkali kita membandingkan kemajuan bangsa ini dengan kemajuan negara lain, kalau membandingkan itu dalam rangka positif, misalnya untuk meningkatkan kemampuan kita agar lebih maju, itu tidak apa-apa, sah-sah saja. Tapi ada juga yang membandingkan dengan negara lain hanya untuk mencela apa yang bangsa ini sudah perbuat, dan celakanya hal ini di lakukan dikarenakan .tidak mengetahui informasi yang lengkap tentang sesuatu, apalagi tahu nya hanya berdasarkan berita hoax atau fake news.

Kali ini saya ingin share tentang kemajuan bangsa ini di sektor kesehatan di negeri ini khususnya di Surabaya dimana saya dilahirkan; dan jujur saya pun sebelumnya tidak mengetahui informasi soal ini, dan baru ngeh setelah di beri tahu senior saya seorang guru besar dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof Tedy- demikian saya memanggilnya, yaitu soal kemajuan Rumah Sakit Dr. Soetomo dalam operasi kembar siam selama ini. Umumnya kita mengetahui keberhasilan operasi pemisahan bayi kembar siam itu di luar negeri seperti di Australia atau Amerika Serikat.

Dr. Soetomo ini didirikan pada tanggal 29 Oktober 1938 oleh pemerintah Belanda di desa Karangmenjangan Surabaya, dan namanya waktu itu adalah RS. Centraal Burgerlijk Zienkenhuis (CBZ). Dengan berbagai dinamika perkembangannya, pada tahun 1965 berdasarkan PP no 4, penyelenggara RS Dr. Soetomo ini diserahkan kepada Pemerintah Propinsi Jawa Timur, dan pada tahun 1979 RS. Dr. Soetomo ini melalui SK Menteri Kesehatann ditetapkan sebagai RS Kelas A dan dikenal sebagai RS Rujukan wilayah timur Indonesia (Top Referral) dan RS terbesar di wilayah Indonesia bagian timur, selain itu tentu saja sebagai RS Pelayanan, Pendidikan dan Penelitian. Dibidang operasi bayi kembar siam RS. Dr. Soetomo ini juga menjadi rujukan pelayanan penanganan bayi kembar siam di Indonesia, karena berhasil menangani operasi pemisahan bayi kembar.

Bayi kembar siam yang di kenal sebagai “Conjoined Twins” menurut University of Maryland Medical Centre muncul sekitar satu dalam 200.000 kelahiran. Dan sekitar 35% yang hidup. Umumnya bayi kembar dempet itu secara genetik langka dan sering satu jenis kelamin karena mereka berasal dari telur yang sama dan berada di placenta yang sama pula. Meskipun banyak jenis bayi kembar dempet ini, namun yang paling umum adalah jenis “thoracopagus” yaitu kedua bayi itu menyatu di bagian atas dan hanya memiliki satu jantung diantara mereka dan hal ini menjadikan operasi pemisahan ini “Nearly Impossible” untuk menyelamatkan keduanya.

Diawali sejak tahun 1975 dan sampai tahun 2017 RSUD Dr Soetomo FK Unair telah berhasil merawat 85 kasus kembar siam yang tersebar di seluruh Indonesia. Oleh karena itu untuk meningkatkan pelayanan kembar siam di Indonesia pada tahun 2009 telah dibentuk PUSAT PELAYANAN KEMBAR SIAM TERPADU (PPKST) RSUD Dr Soetomo FK Unair Surabaya. Bahkan dipercaya merupakan pusat rujukan nasional pelayanan kembar siam di Indonesia. Telah pula disusun secara terpadu menyeluruh dan berkesinambungan.

Dari 85 kasus kembar siam tersebut yang berhasil diselamatkan sebanyak 37 kasus (43.5%) dan sisanya sebanyak 48 kasus (56.5%) karena begitu komplek nya organ yang menyatu tidak berhasil diselamatkan. Dr Agus Haryanto SpA(K) ., Dr Purwadi SpBedah Anak (K) dari (PPKST) RSUD Dr Soetomo FK Unair membuat klasifikasi berdasarkan berat ringannya organ yang menyatu, anatomis dan fisiologisnya untuk menentukan angka keberhasilan operasi pemisahannya. Sekaligus untuk menentukan masih perlu tidaknya dirujuk, dengan demikian tidak perlu semua kasus kembar siam harus dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Dengan demikian penanganan kasus kembar siam ini harus melibatkan puluhan dokter ahli dari pelbagai disiplin ilmu kedokteran.

RSUD Dr Soetomo | nomortelepon.id
RSUD Dr Soetomo | nomortelepon.id

Kehadiran Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu sangat relevan mengingat semakin banyak kasus kembar siam yang telah lahir di Indonesia terutama Jawa Timur. Perawatan kasus kembar siam memang memerlukan biaya yang besar dan waktu yang lama. Oleh karena itu, Pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui system jaminan sosial nasional dan jaminan kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara aktif mengambil peran dalam dukungan pembiayaan. Namun bantuan dari pihak swasta dan para dermawan masih sangat diharapkan demi memenuhi kegiatan operasi kemanusiaan ini, mengingat pada umumnya orang tua dari kasus kembar siam ini berasal keluarga tidak mampu.

Tentu saja profesionalisme para dokter kita di operasi bayi kembar tidak hanya di RS. Dr. Soetomo, tapi juga di berbagai RS besar di negeri ini misalkan RSCM di Jakarta atau RS. Sardjito di Jogyakarta dan kota lain-lainya yang memiliki keahlian dibidangnya masing-masing. Sudah semestinya kita memberika apresiasi yang tinggi kepada putra-putra bangsa ini, karena mereka ini sejatinya sudah memiliki profesionalisme di tingkat global.



*Alumni FEB Universitas Airlangga

Dan University of London, UK

Staf Khusus Rektor Unair

Bidang Internasional.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang25%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ada yang Baru dari Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri  Tahun 2019. Apa Saja? Sebelummnya

Ada yang Baru dari Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2019. Apa Saja?

Perempuan Penulis dan Cinta Indonesia Selanjutnya

Perempuan Penulis dan Cinta Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.