Kawan SLI Dompet Dhuafa dan Pelatihan Guru Hebat MIS Yasim Roka

Kawan SLI Dompet Dhuafa dan Pelatihan Guru Hebat MIS Yasim Roka

Praktek pembuatan media pembelajaran di MIS Yasim Roka© na_fardillah

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Konsultan Relawan Pendidikan Sekolah Literasi Indonesia (Kawan SLI) Dompet Dhuafa kembali mengadakan pelatihan guru tahap II di enam sekolah dampingan SLI di Kabupaten Bima. Salah satunya adalah di MIS Yasim Roka.

Kali ini pelatihan berlangsung selama dua hari, yaitu pada hari Senin, 21 Januari 2019 sampai hari Selasa, 22 Januari 2019, dimulai pukul 09.00-13.00 WITA di Aula MIS Yasim Roka.

Pada hari pertama, Kawan SLI (Neneng Sri Fardillah, S.Pd., Gr) memandu guru-guru di MIS Yasim Roka untuk membuat RPP mandiri secara berkelompok.

"Sebenarnya guru-guru di MIS Yasim Roka ini tidak asing lagi dengan RPP dan hampir semua guru di sini sudah memiliki RPP, tapi untuk membuat RPP secara mandiri tentu butuh pembiasaan agar membuat RPP ini tidak lagi menjadi beban bagi guru di MIS Yasim Roka" ungkap ibu Nursyamsiah, S.PdI Kepala Madrasah MIS Yasim Roka, saat membuka kegiatan pelatihan ini.

Di hari ke dua, pelatihan dilanjutkan dengan pembuatan media pembelajaran sederhana. Prinsip ACTION (Access, Cost, Target, Interactive, Organized dan Novelty) memang harus diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran agar media yang kita buat bisa efektif dan efisien.

Adapun media yang dibuat oleh kelompok guru-guru kelas bawah yaitu media tentang benda-benda di sekitar kita. Media ini dapat membantu siswa untuk mengidentifikasi lebih banyak lagi contoh benda-benda yang terbuat dari plastik, kaca, logam, dan karet.

Kemudian media yang dibuat oleh kelompok guru-guru kelas atas yaitu media tentang alat gerak pada manusia dan hewan (ikan). Media ini bisa dengan mudah diamati oleh siswa saat proses pembelajaran berlangsung.

"Salah satu hal yang juga harus diperhatikan dalam pembuatan media pembelajaran adalah kombinasi warnanya, karena ketika mata kita melihat sesuatu itu hanya bisa fokus maksimal pada empat warna. Jadi alangkah baiknya jika media yang kita buat nantinya juga memperhatikan hal ini" ungkap pak Imam, S.PdI, seorang guru seni lukis di MIS Yasim Roka.

Semoga pelatihan ini menjadi awal bagi guru-guru hebat di MIS Yasim Roka untuk terus mengembangkan ide dan kreativitasnya agar pembelajaran yang diterapkan di kelas bisa lebih menyenangkan, bukan hanya bagi siswa tetapi tentunya bagi pribadi guru itu sendiri.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Demi Indonesia, VietJet Tampil Beda Sebelummnya

Demi Indonesia, VietJet Tampil Beda

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi Selanjutnya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi

Neneng fardillah
@ns_fardillah

Neneng fardillah

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.