Olahraga elektronik atau umum disingkat eSports berawal dari dunia gaming. Tahun semakin bertambah, eSport kini menjadi sesuatu. Bahkan mungkin kedepannya, eSport akan masuk ke kurikulum pendidikan.

Imam Nahrawi, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) berpendapat bahwa eSport bisa masuk ke dalam kurikulum pendidikan. Hal ini diharapkan dapat mengakomodasi bakat para pemuda di Indonesia.

"Kurikulum harus masuk di sana, pelatihnya harus masuk di sana. Kalau sudah seperti itu, tentu harus bekerja sama, harus kolaborasi," kata Imam Nahrawi yang dikutip dari CNN Indonesia.

Kementerian Pemuda dan Olahraga juga telah menggulirkan besaran anggaran untuk menghelat ajang eSport di tingkat sekolah sebesar Rp.50 milyar. Anggaran tersebut akan cair setelah Piala Presiden eSport 2019 berakhir. Selain itu, pemerintah juga akan mengembangkan ekosistem eSport di Indonesia.

Namun ia juga menyebut bahwa harus ada pemahaman yang sama dari Lembaga Pendidikan, kementerian terkait dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, dan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi.

Sumber : ACER

Rudiantara, selaku Menteri Komunikasi dan Informatika juga mengatakan bahwa eSport tidak bisa dianggap sebelah mata. eSport hampir sama dengan olahraga yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi seperti catur dan bridge.

Kemenkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) akan membantu pengembangan eSport di Indonesia dengan menyediakan jaringan internet yang memadai di seluruh Indonesia yang ditempuh melalui proyek Palapa Ring.

Bagaimana menurut Kawan GNFI? Setujukah eSport masuk dalam kurikulum Sekolah?

Tulis di kolom komentar ya!

--

Sumber : CNN Indonesia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu