Emily Blunt Terima Penghargaan di SAG Awards Kenakan Perhiasan Desain Anak Bangsa

Emily Blunt Terima Penghargaan di SAG Awards Kenakan Perhiasan Desain Anak Bangsa

Emily Blunt mengenakan anting karya Eri Dwi Suciaji © Sumber: Finger Lakes Times

Musim penghargaan bertabur bintang Hollywood selalu menjadi tambang emas untuk pecinta mode yang bisa melihat nama-nama terbesar di industri film muncul dalam desain terbaru yang dibuat oleh nama-nama terbesar di industri mode.

Pakaian dan perhiasan dari desainer dan rumah desainer terkenal seperti Dior dan Oscar de la Renta adalah pemandangan umum di karpet merah. Akhir-akhir ini, desainer Indonesia telah berada di antara pagelaran karpet merah tersebut, dengan banyak dari mereka yang ditemukan oleh stylist para bintang yang menghadiri pagelaran tersebut.

Baru-baru ini, giliran desainer Indonesia Eri Dwi Suciaji yang menjadi sorotan.

Saat Emily Blunt memenangkan penghargaan untuk Aktris Pendukung Terbaik di Screen Actors Guild (SAG) Awards, tak hanya bagi Emily Blunt momen tersebut juga merupakan momen menyenangkan bagi perancang perhiasan Indonesia Eri Dwi Suciaji, pria di balik anting-anting bak air terjunnya yang menakjubkan.

Penampilan Emily Blunt mengenakan anting karya Eri Dwi Suciaji | Sumber: Aol.UK
Penampilan Emily Blunt mengenakan anting karya Eri Dwi Suciaji | Sumber: Aol.UK

Di bawah merek Forevermark, anting bak air terjun berlian 11.73 karat berbalut emas putih 18 karat rancangan Eri dikenakan oleh aktris Emily Blunt di SAG Awards baru-baru ini, di mana ia memenangkan penghargaan Aktris Pendukung Terbaik untuk penampilannya dalam film horor inovatif A Quiet Place.

Anting-anting tersebut secara pribadi dipilih sendiri oleh stylist Blunt, Jessica Paster dari beberapa pilihan yang ada di Perhiasan Forevermark dari Indonesia.

Anting-anting itu dipasangkan dengan gaun Michael Kors merah muda bersulam kristal dan tas tangan Jimmy Choo berwarna perak. Blunt juga mengenakan perhiasan lain dari Forevermark, "Force of Nature" - cincin berlian 3,48 karat yang dirancang oleh Louise Kriek dari Afrika Selatan.

Manajer Brand Forevermark Indonesia Devi Chayadi dikutip dari The Jakarta Post mengatakan pada hari Rabu mengenai anting-anting tersebut, diharga sekitar Rp 900 juta ($ 63.712), adalah desain khusus untuk acara karpet merah, meskipun mereka tidak diberi tahu siapa yang akan mengenakan perhiasan tersebut.

“Itu sebenarnya faktor kejutan. Setelah Forevermark berekspansi ke Indonesia pada bulan April tahun lalu, banyak peluang telah diberikan oleh perusahaan induk De Beers Group dan Forevermark, dengan berbagai target pasar mereka yang berpartisipasi dalam acara semacam ini," kata Devi.

Dia mengatakan Forevermark Indonesia dan cabang-cabang di negara lain diundang oleh Forevermark USA pada Oktober tahun lalu untuk berkontribusi dalam operasi mereka dengan mengirimkan koleksi perhiasan yang dikuratori untuk dipamerkan kepada para stylist selebriti Amerika Serikat.

Undangan tersebut, katanya, adalah kesempatan untuk bersinar di acara bertabur bintang.

Emily Blunt saat menghadiri SAG Awards 2019 | Sumber: Popsugar
Emily Blunt saat menghadiri SAG Awards 2019 | Sumber: Popsugar

“Jangka waktunya sangat singkat. Kami menerima undangan pada bulan Oktober dan kami sudah harus mengirimkan koleksinya pada bulan Desember,” kata Devi.

Dia mengatakan tim desain memulai pengembangan desain mereka dari awal karena mereka tidak pernah ikut serta dalam acara karpet merah.

Biasanya, pengembangan produk untuk anting berkisar antara tiga hingga enam bulan, tetapi mereka mempercepat proses untuk memenuhi tenggat waktu.

Dari 32 desain yang diajukan, 16 potong perhiasan akhir, mulai dari kalung hingga gelang, dipilih untuk diproduksi dan dikirim ke Los Angeles.

"Pada saat itu, stylist Emily Blunt, Jessica Paster sedang mencari perhiasan yang cocok dengan gaun yang akan digunakan di acara tersebut. Menurut Jessica, dia menemukan beberapa potongan menarik untuk tampilan yang dimaksud, salah satunya adalah desain Eri," kata Devi.

Sepotong lain dari koleksi itu, sebuah kalung, dikenakan oleh aktris Sandra Oh ke Golden Globes ke acara after-party. Kalung tersebut dipasangkan dengan jumpsuit seperti tuksedo dan sepatu hitam dan putih.

Selagi 16 perhiasan tersebut masih berada di Amerika Serikat, Devi mengatakan mereka akan ditampilkan kepada stylist selebriti lainnya untuk Academy Awards yang akan datang, memberikan perusahaan Indonesia kesempatan lain untuk mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari acara besar.

Setelah Oscar, perhiasan akan dibawa pulang dan dipajang. "Kami percaya desain tersebut adalah karya besar dalam caranya masing-masing," katanya.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih25%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

E-Sport Bakal Masuk Kurikulum di Sekolah. Kok Bisa? Sebelummnya

E-Sport Bakal Masuk Kurikulum di Sekolah. Kok Bisa?

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal? Selanjutnya

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.