200.000 Wisatawan Asing Diperkirakan Akan Kunjungi Indonesia Selama Perayaan Imlek

200.000 Wisatawan Asing Diperkirakan Akan Kunjungi Indonesia Selama Perayaan Imlek
info gambar utama

Kementerian Pariwisata ingin menarik setidaknya 200.000 wisatawan asal Tiongkok yang ingin merayakan Tahun Baru Imlek, yang secara lokal dikenal sebagai Imlek dan Cap Go Meh (hari ke 15 bulan pertama kalender lunar) di Indonesia sepanjang Februari.

Bali, Manado di Sulawesi Utara, Batam dan Bintan di Kepulauan Riau, dan Jakarta dikatakan sebagai salah satu tujuan paling populer bagi para pengunjung asing.

"Hampir semua negara mengejar pasar Tiongkok, tidak hanya untuk sektor pariwisata, tetapi juga sektor lainnya. Oleh karena itu, kami bertujuan untuk menarik hingga 3,5 juta wisatawan Tiongkok tahun ini," kata Vinsensius Jemadu, pejabat kementerian yang terlibat dalam pemasaran ke Tiongkok, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu seperti dikutip oleh KompasTravel.

Vinsensius mengatakan bahwa upaya promosi telah dilakukan sejak awal Januari untuk memikat wisatawan ke destinasi-destinasi yang merayakan perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

Perayaan Cap Go Meh di Indonesia | Sumber: Geotimes
info gambar

"Kami telah menjual paket perjalanan Imlek di daerah-daerah yang populer di kalangan wisatawan asal Tiongkok. Pada bulan Februari, Bali diharapkan akan didatangi oleh 50.000 hingga 75.000 wisatawan asing. Sementara itu, Batam, Bintan, Manado, dan Jakarta bertujuan untuk memikat setidaknya masing-masing 20.000, 35.000, 10.000, dan 15.000 pengunjung asing. Oleh karena itu, minimal 200.000 wisatawan Tiongkok diharapkan datang ke Indonesia sepanjang bulan ini," kata Vinsensius.

Tiongkok terus menjadi pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Pada 2015, 1.141.350 orang Tiongkok mengunjungi Indonesia. Tiga tahun kemudian, jumlahnya meningkat menjadi 1.976.728 orang, kedatangan wisatawan asing terbanyak dari satu negara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa turis Tiongkok juga dikenal karena kebiasaan belanja mereka. "Mereka menghabiskan rata-rata 1.139 dolar Amerika per perjalanan, yang meningkatkan devisa kita," katanya.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini