700 Ton Baja Indonesia Mendarat di Australia dan Sri Lanka

700 Ton Baja Indonesia Mendarat di Australia dan Sri Lanka

Ilustrasi industri baja © Ant Rozetsky/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Indonesia sukses mengekspor 700 ton baja ke Australia dan Sri Lanka. Rinciannya adalah 400 ton plat baja ke Australia, dan 300 ton baja struktur ke Sri Lanka. Pencapaian ini mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

“Hal ini dapat menjadi katalis yang sangat penting, untuk tidak saja mendorong pertumbuhan industri domestik, namun juga untuk terus menangkap peluang pasar global," ucap Enggar dikutip dari BangkaPos, terkait ekspor yang dilakukan PT. Gunung Raja Paksi Tbk. (GRP) ini.

Enggar juga menuturkan bahwa besi dan baja merupakan elemen penting dalam pembangunan sebuah negara. Kedua komoditas tersebut selalu tinggi permintaannya di pasar, lantaran fungsinya yang bervariasi, Bisa dipakai untuk konstruksi bangunan, otomotif, bahkan sampai peralatan dapur dan rumah tangga.

Tahun lalu ekspor besi dan baja Indonesia mengalami kenaikan sangat tinggi, yakni 72,4%. Dari sebesar USD 3,33 miliar dolar pada 2017, menjadi USD 5,75 miliar.

Ini berdampak positif pada kenaikan angka ekspor Indonesia secara keseluruhan. Dari USD 168,82 miliar pada 2017 menjadi USD 180,06 miliar di tahun 2018, atau naik sekitar 6,65%. Kemudian kenaikan ekspor non-migas mencapai 6,25% tepatnya sebesar USD 162,65 miliar.

Tingginya nilai ekspor yang didapat Indonesia tak lepas dari kontribusi pala pelaku usaha di dalamnya. Peran aktif mereka dalam dunia perdagangan membuat usahanya terus berkembang dan ikut mengatrol perekonomian nasional.

Sementara itu CEO GRP, Aloisius Masemilian menuturkan, kinerja perusahannya dapat terus meningkat karena didukung beroperasinya fasilitas blast furnace (pengolahan bijih besi) pada semester kedua tahun 2019.

“Fasilitas ini merupakan upaya perusahaan untuk mampu memenuhi kebutuhan baja nasional yang terus meningkat setiap tahunnya, serta membuka peluang penjualan lebih banyak lagi di mancanegara. Tentunya berkat dukungan pemerintah, terutama Kemendag, yang membantu mengatasi hambatan perdagangan ekspor melalui berbagai regulasi,” terangnya.

Sumber: BangkaPos

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mau Keliling Wisata di Sumedang? Naik Bus Tampomas Aja! Sebelummnya

Mau Keliling Wisata di Sumedang? Naik Bus Tampomas Aja!

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Agustus 1956) - Uji Coba Bus Ikarus, Transportasi Baru Jakarta Asal Hungaria

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.