Dan IPB pun Kini Berganti Nama

Dan IPB pun Kini Berganti Nama

Logo IPB © Hoteldekatkampus.com

Kabar yang sebenarnya cukup mengejutkan datang dari salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB). Pada awal tahun 2019 ini IPB mengajukan usulan ke Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk mengubah nama. Kabarnya, perubahan nama tersebut telah direstui Kemenristekdikti dan akan diluncurkan pada Rabu, 30 Januari 2019.

Institut Pertanian Bogor (IPB) mengubah penyebutan namanya dalam terjemahan bahasa Inggris menjadi IPB University. Perubahan ini bertujuan untuk menyederhanakan dari nama sebelumnya yaitu Bogor Agricultural University.

Rektor IPB Dr Arif Satria mengatakan, IPB tidak akan berubah status, hanya mau mengubah nama dari sebelumnya bernama Bogor Agricultural University menjadi IPB University.

“Jadi kita mengubah terjemahan saja. Tidak mengubah nama versi bahasa Indonesia,” ungkap Arif Satria seperti dilaporkan oleh Radar Bogor. Alasan dipilihnya kata 'university', diawali dengan pemikiran bahwa telah lama IPB menawarkan program studi yang lebih banyak dan luas, enggak cuma aspek pertanian dan kelautan saja.

Selain nama, IPB University juga mengubah slogannya dari 'Searching and Serving the Best' menjadi 'Inspiring Innovation with Integrity'. 'Integrity' sendiri merupakan kata yang sering direkatkan terhadap IPB, baik itu menggambarkan lulusannya, pengajarnya, mahasiswanya, dan seluruh civitasnya.

Sementara 'innovation' telah lama dibuktikan oleh IPB dengan berbagai penghargaan yang diberikan oleh lembaga di dalam dan di luar negeri. Lalu kata 'inspiring' bermakna mencerahkan dan memberikan ide untuk berbuat sesuatu yang baik.

Penelusuran GNFI, di website resmi IPB yakni IPB.ac.id, perubahan tersebut sudah bisa dilihat di banner utama dengan latar belakang berwarna biru.

Pilih BanggaBangga26%
Pilih SedihSedih10%
Pilih SenangSenang24%
Pilih Tak PeduliTak Peduli26%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi6%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah

Simposium Internasional di Selcuk Universitesi Turki :  Mendalami Hubungan Baik Antara Turki dan Indonesia Sebelummnya

Simposium Internasional di Selcuk Universitesi Turki : Mendalami Hubungan Baik Antara Turki dan Indonesia

Beberapa Perguruan Pencak Silat di Indonesia Selanjutnya

Beberapa Perguruan Pencak Silat di Indonesia

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

3 Komentar

  • Maskur

    Jadi namanya jika tdk disingkat menjadi: universitas institute pertanian bogor? Pake institute lalu pake universitas lg..

    • erry

      kalimat tidak efektif, maklum d IPB gk ada fakultas bahasa hehehe

  • Randa

    Soalnya istilah Inggrisnya kalau disingkat jadi BAU???

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.