Pusat Halal Indonesia ditargetkan akan selesai dibangun pada Oktober 2019. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Karena BPJPH pada Oktober nanti, sudah harus mulai running. Mulai 17 Oktober nanti harus sudah mulai melayani,” ujarnya, dikutip dari Tribunnews.

BPJH merupakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal, yang memfasilitasi operasional Pusat Halal Indonesia. Nantinya, Pusat Halal Indonesia akan menangani beragam aktivitas terkait kehalalan produk, seperti kosmetik, obat-obatan, dan lain sebagainya.

Untuk pembiayaannya, Pusat Halal Indonesia didukung oleh Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Kementerian Agama tahun 2019. Sebelumnya, pembangunan fasilitas lain juga telah dilakukan menggunakan SBSN untuk tiga jenis layanan.

“Sejak 2014, Kemenag telah memanfaatkan SBSN untuk membangun tiga hal. Yakni, madrasah, gedung-gedung PTKIN, serta Balai Nikah dan Manasik Haji. Ketiganya masih diteruskan juga pada tahun ini,” terang Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin.

“Tahun ini, SBSN juga kita arahkan untuk membangun dua pusat layanan. Pertama, Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), dan kedua, Pusat Layanan Halal,” imbuhnya, dikutip dari Khazanah Republika.

Lebih lanjut, Lukman juga berpesan pada para jajarannya untuk mengawal proses pembangunan SBSN. Ini dilakukan agar setelah kelar dibangun nanti, fasilitas dapat tepat guna dan meningkatkan pelayanan pada umat Islam di Indonesia.

“Kawal betul proses pembangunan dengan SBSN ini agar betul-betul on the track. Sesuai peraturan. Bukan hanya sesuai norma hukum, tapi juga sesuai norma agama kita,” pungkas Menag dengan nada tegas.

Sumber: Tribunnews, Khazanah Republika

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu