Cerita Orang Australia Tentang Kata “Joss” di Indonesia

Cerita Orang Australia Tentang Kata “Joss” di Indonesia

Salah satu ikon Australia © Liam Pozz/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Menilik profil salah satu pemenang di NAILA 2018.
  • NAILA merupakan sebuah lomba pidato bahasa Indonesia di Australia.
  • Kali ini profil yang diangkat adalah Iven Manning, pemenang Wild Card Awardee 2018.

Dalam sebuah lomba pidato bahasa Indonesia di Australia bernama NAILA, salah seorang pemenang menuturkan pengalamannya berbicara bahasa Indonesia. Dia adalah Iven Manning, pemenang Wild Card Awardee di NAILA (National Australia Indonesia Language Award) 2018.

Iven merupakan seorang mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di University of Western Australia. Ia pernah tinggal di Indonesia selama 18 bulan, dan mengalami berbagai pengalaman menarik di Tanah Air.

Iven Manning di NAILA 2018 | Foto: Dok. NAILA

Contohnya seperti mempelajari beragam bahasa dan budaya, sampai menghisap rokok kretek. Selain itu, Iven juga menceritakan kata “joss” yang menjadi kata favoritnya. Ia mulai mengenal kata tersebut saat tinggal di Jawa, dan dapat menjelaskan kalau “joss” di bahasa Jawa kurang lebih sama artinya dengan “mantap”.

“Pokoknya joss,” ujar Iven sembari tersenyum mengingat nostalgia indah semasa tinggal di Indonesia dulu.

Iven memulai masa tinggalnya di Indonesia dengan menetap di Yogyakarta selama setahun. Ia kemudian pindah ke Jakarta selama beberapa bulan, sebelum berpindah ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Satu setengah tahun masa tinggal di Indonesia sangat membantu Iven dalam melancarkan pelafalan bahasa Indonesia. Sampai sekarang ia telah intens belajar bahasa Indonesia selama tiga tahun, dan menurutnya bahasa Indonesia cukup mudah dipelajari.

Kemudian ia juga menceritakan kalau di Australia hanya terdapat satu bahasa ibu, sehingga sangat disayangkan apabila dalam hidup ini tidak mencoba mempelajari bahasa lainnya. Iven kemudian jatuh hati dan menetapkan pilihan pada bahasa Indonesia.

NAILA adalah kompetisi bahasa pertama yang menyatukan peserta dari beragam kelompok usia dan latar belakang, agar mereka dapat berkenalan, saling belajar, dan membimbing satu sama lain.

Di tahun ini ada lebih dari 100 peserta yang mengikuti kompetisi NAILA, dengan 10 kategori lomba dari seluruh negara bagian dan teritori Australia. Peserta ada yang merupakan warga Australia berdomisili Indonesia, dan warga Indonesia yang sedang menempuh pendidikan pascasarjana di Australia.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Siapa Sangka Daerah di Flores Ini Kaya Akan Produk Hortikultura? Sebelummnya

Siapa Sangka Daerah di Flores Ini Kaya Akan Produk Hortikultura?

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta Selanjutnya

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.