Inilah Kuliner Ekstrim dari Berbagai Daerah di Indonesia

Inilah Kuliner Ekstrim dari Berbagai Daerah di Indonesia

unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Indonesia memiliki ragam keunikan kuliner yang lezat dengan bahan-bahan yang mungkin kita tidak duga-duga. Selain kuliner yang lezat, Indonesia juga memiliki ragam kuliner ekstrim yang ternyata dipercaya mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan tubuh, contohnya saja ulat bulu untuk penyembuhan sakit gigi.

Dikutip dari TribunTravel, berikut adalah beberapa makanan berbahan ekstrim di Indonesia :

Sumber : iNews

Papua terkenal dengan ribuan keunikan yang membuat kita kagum. Termasuk dengan kulinernya yang ekstrim seperti Satu Ulat Sagu. Makanan dari Bumi Cendrawasih ini biasa disebut dengan “Koo”. Mungkin sebagian orang akan merasa jijik dengantapi untuk warga Papua, ini adalah hewan yang sudah biasa di konsumsi dan bisa memberikan energi dengan kadar kolesterol yang rendah. Ulat Sagu ini berasal dari pohon sagu yang dipotong kemudian batangnya dibiarkan membusuk. Batang yang membusuk tersebut akan muncul ulat-ulat. Ulat Sagu ini biasa dimakan langsung (masih hidup) atau dimasak terlebih dahulu seperti ditumis, disayur, digoreng dan dijadikan sate.

Sumber : Beautinesia

Sebuah Warungdi Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Jombang, menjadi tempat para pencari kuliner ekstrem. Khususnya warga luar daerah yang sudah merasakan khasiatnya.

Di warung ini menyediakan berbagai menu makanan yang lezat dari daging binatang biawak. Baik menu sate maupun rica-rica. Cara memasaknya sama dengan hewan lain, diawali dengan disembelih, kemudian dikuliti. Kulitnya dapat digunakan untuk bahan dompet. Dagingnya lah yang akan dimanfaatkan menjadi sate. Selain dibuat sate, daging biawak juga menjadi daging utama untuk masakan rica-rica pedas. Para konsumen percaya bahwa daging biawak ini mengandung zat yang bisa digunakan untuk gatal kulit dan meningkatkan vitalitas pria.

Sumber : Sumber.com

Pakasam atau juga biasa dikenal dengan jukut adalah menu khas dari Suku Banjar, provinsi Kalimantan Selatan. Makanan berbahan dari fermentasi ikan air tawar yang membusuk selama berminggu-minggu dan memiliki rasa masam. Makanan ini biasanya diberi bumbu dengan cabai dan gula lalu disajikan sebagai lauk-pauk. Pakasam terkenal sebagai masakan khas ada di Hulu Sungai Tengah (HST). Cara fermentasinya adalah ikan segar bahan Pakasam dibersihkan sisik dan isi perutnya, lalu direndam terlebih dulu dalam larutan garam 15% selama dua hari (48 jam), tanpa boleh kena udara terbuka.

--

Sumber : TribunTravel, KSM Tour, pojokpitu.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih13%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli13%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau63%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kogabwilhan, Satuan Baru di TNI. Apa Tugasnya? Sebelummnya

Kogabwilhan, Satuan Baru di TNI. Apa Tugasnya?

Sejarah Hari Ini (1 April 1905) - Batavia Meluas Usai Ubah Nama Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (1 April 1905) - Batavia Meluas Usai Ubah Nama

Fachrezy Zulfikar
@fachrezy

Fachrezy Zulfikar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.