• Kogabwilhan, akronim dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan
  • Fungsinya untuk mempermudah koordinasi saat ada konflik
  • Ditempatkan di pangkalan TNI di Natuna, Morotai, sampai Biak

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, pada Jumat (8/2) lalu mengumumkan pembentukan satuan baru di TNI. Kogabwilhan namanya, yang merupakan akronim dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan.

Dilansir dari Okezone.com, satuan Kogabwilhan berada langsung di bawah komando Panglima TNI. Komandannya adalah perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal, wakilnya berpangkat Mayor Jenderal, dan enam asisten berpangkat Brigadir Jenderal. Ini membuat Perpres no. 10 diubah jadi Perpres no, 62, karena ada 60 jabatan baru di TNI

Fungsi satuan ini untuk mengintegrasikan berbagai pangkalan TNI di Natuna, Morotai, sampai Biak. Dengan demikian, Kogabwilhan akan membuat koordinasi lebih mudah saat ada konflik, dan reaksinya pun lebih cepat.

Selain itu, adanya Kogabwilhan juga akan membantu menyusutkan jumlah perwira tinggi yang semakin menumpuk. Proses penyusutan akan dilakukan dalam tempo 3-5 tahun, yang diatur dalam Peraturan Panglima TNI no. 40 tahun 2018 tentang kenaikan pangkat.

“Kalau peraturan panglima itu berjalan terus pasti persoalan akan tuntas dengan sendirinya. Masalahnya dalam waktu 1-2 tahun ini kan banyak manusia dan harus ke mana ditempatkan. Itu perkiraan saya pribadi, masalah selesai dan tidak ada kelebihan perwira,” ucap Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjend Sisriadi, dikutip dari Media Indonesia.

Markas Kogabwilhan akan bertempat di sekitar Kepulauan Riau, karena di sana terdapat basis-basis pertahanan TNI seperti Pangkalan TNI AL (Lanal), Pangkalan Udara TNI AU (Lanud), dan Komando Resort Militer TNI AD (Korem).

“Akan kami letakkan di wilayah tengah, antara Batam dan Tanjung Pinang. Sehingga corong sampai ke Natuna jadi kena semua,” ungkap Hadi Tjahjanto, dikutip dari Merdeka.com.


Sumber: Merdeka.com, Okezone.com, Media Indonesia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu