Sebenarnya, Ada Berapa Jumlah Pesawat yang Take-off dan Landing per Hari di Indonesia?

Sebenarnya, Ada Berapa Jumlah Pesawat yang Take-off dan Landing per Hari di Indonesia?

Photo by Akshay Chauhan on Unsplash

Jika kita adalah orang yang sering bepergian di Indonesia dengan pesawat, kita tentu bisa menyaksikan betapa penuhnya bandara-bandara di Indonesia. Tak hanya lalu lalang penumpang udara, namun juga lalu lintas udaranya.

Kadang mungkin kita bertanya, ada berapa jumlah pesawat yang lepas landas dari seluruh bandara-bandara di Indonesia?

Dewan Penasehat Indonesia National Air Carriers Association (INACA), M. Arif Wibowo mengatakan pergerakan penerbangan di Indonesia kini 1,2 juta dalam satu tahun, seperti dikutip dari Kompas.com

"Itu berarti dalam sehari terjadi 3.500 ( pesawat) take off dan landing di Indonesia, khusus penerbangan domestik," ujarnya dalam sebuah diskusi. Jumlah tersebut belum termasuk 21 maskapai non schedjule atau tanpa jadwal. Seperti pesawat carter perintis dan pesawat cargo. "Kalau yang untuk internasional 200.000 take off dan landing (setahun), jadi sehari bisa 500-600 pergerakan," terang mantan ketua INACA tersebut.

Sementara, jumlah pesawat yang kini beroperasi untuk penerbangan domestik Indonesia ada 1.000 pesawat. Jumlah tersebut berasal dari 11 maskapai terjadwal, 21 perintis dan carter, juga 2 maskapai kargo.

Bandara Juanda Surabaya T2 | Akhyari Hananto
Bandara Juanda Surabaya T2 | Akhyari Hananto

Jumlah ini rasanya akan terus bertambah mengingat makin banyaknya orang (terutama dari generasi muda) yang mulai mampu menjangkau perjalanan udara. Dari data yang dihimpun oleh Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, jumlah total penumpang penumpang angkutan udara yang dilayani maskapai nasional pada tahun 2017 mencapai 109.385.106 penumpang. Jumlah ini meningkat 9,6 persen dibandingkan tahun 2016 lalu di mana jumlah penumpangnya 99.762.611 penumpang, seperti dikutip dari Liputan6.com

Untuk jumlah penumpang domestik, pada tahun 2017 lalu berjumlah 96.890.664 penumpang, meningkat 8,4 persen dibanding tahun 2016 yang berjumlah 89.385.365 penumpang. Sedangkan penumpang internasional tahun 2017 berjumlah 12.494.442 penumpang, meningkat 20,4 persen dibanding tahun 2016 yang berjumlah 10.377.246 penumpang.

Pilih BanggaBangga35%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli11%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi4%
Pilih TerpukauTerpukau27%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ada Lima Produk Indonesia di Festival Belanja Online Dunia Sebelummnya

Ada Lima Produk Indonesia di Festival Belanja Online Dunia

Ragam Sate dari Bali dan Lombok Selanjutnya

Ragam Sate dari Bali dan Lombok

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.