Inovasi Pelajar SMA: Mendeteksi Kekeringan dengan SMS

Inovasi Pelajar SMA: Mendeteksi Kekeringan dengan SMS

Ilustrasi tanah kering © Ivars Krutainis/Unsplash

Sebuah inovasi diciptakan oleh sekelompok siswa di SMAN 1 Singaraja, Bali. Mereka sukses membuat alat pendeteksi kekeringan tanah yang terintegrasi dengan layanan Short Message Service (SMS). Bagaimana cara kerjanya?

Salah seorang anggota kelompok, Felicia Michelle, menuturkan bahwa tanah tinggal diukur saja kadar airnya dan hasilnya dapat dilihat lewat SMS. Hasil ini didapat dari sensor-sensor yang terdapat di alat tersebut, dan akan memberi informasi apakah terjadi kekeringan atau tidak.

Hebatnya lagi, alat yang dikembangkan Felicia bersama Nadia Pratiwi dan Ari Chandra ini memakai panel surya sebagai sumber energinya, jadi lebih ramah lingkungan. Namun demikian, Felicia dan kolega mengaku alat ini belum sempurna agar bisa dimanfaatkan masyarakat luas.

“Penggunaannya cukup mudah. Karena alat ini bisa mendeteksi kondisi kadar air di dalam tanah. Harapannya alat ini bisa disempurnakan lagi, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat luas,” kata Felicia, dikutip dari Radar Bali.

Para pelajar SMAN 1 Singaraja berfoto dengan piala yang dimenangkan | Foto: Eka Prasetya/Radar Bali

Alat pendeteksi kekeringan tanah ini dipamerkan di Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) nasional yang diadakan oleh Fakultas Teknik Universitas Udayana, Sabtu (9/2) lalu. Di perlombaan tersebut, mereka memberi judul “Monitoring kadar air tanah berbasis SMS sebagai Indikasi Peringatan Dini Bencana Kekeringan” di karya ilmiahnya.

Inovasi ciptaan Felicia dan rekan-rekannya menyabet gelar juara III. Ke depannya, diharapkan inovasi ini dapat membantu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam memantau bencana kekeringan, yang kerap melanda sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya Buleleng.

Indonesia sebenarnya sudah memiliki alat pendeteksi kondisi air tanah untuk memantau kekeringan. Hanya saja, cara pengoperasiannya masih membutuhkan waktu yang lama sehingga tidak efisien.

Sumber: Radar Bali

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mengenal Lebih Jauh Badan Arbitrase Nasional Indonesia  (BANI) Sebelummnya

Mengenal Lebih Jauh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)

Akankah Indonesia Mendaratkan Astronot ke Bulan? Selanjutnya

Akankah Indonesia Mendaratkan Astronot ke Bulan?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.