Eksis adalah sebuah program yang diagendakan oleh Good News From Indonesia (GNFI), di mana program ini memiliki tujuan untuk berbagi ilmu atau workhsop intensif dari para expert kepada kawan-kawan GNFI.

Program ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan meningkatkan wawasan kepada para peserta dan kawan-kawan GNFI.

Pada bulan ini, pemateri yang datang pada event ini adalah Yanuar Hermawan, beliau adalah Kepala Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya.

Di ‘sharing eksternal’ ini, Yanuar menyampaikan hal-hal yang telah dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya selama ini. Surabaya memiliki cita-cita utama, “Surabaya ada (atau dilihat) di Peta Dunia. Namun jalan menuju itu bukanlah hal yang ringan.Minimal bisa dikenal oleh masyarakat Internasional” Katanya

Ia menjelaskan, sejak tahun 2010 kota Surabaya telah berjalan “on the track” untuk menuju ke cita-cita tersebut.

“Surabaya dipercaya menjadi kota MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (Indonesia: Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), salah satunya adalah mengakomodasi event internasional di Kota Surabaya. Seperti Prepcom UN Habitat III, kongres ke-7 UCLG ASPAC (perkumpulan kota-kota se asia pasifik)” Ungkapnya.

Selain itu, untuk mendukung tujuan tersebut, faktor keamanan menjadi hal yang penting bagi wisatawan atau orang asing.

Namun tantangan menuju apa yang diharapkan tersebut tidaklah berhenti dari situ, kewenangan yang terbatas menjadi tantangan bagi Surabaya untuk lebih mengembangkan kota. Semua hal kegiatan/projek yang berhubungan dengan hal-hal internasional harus memiliki persetujuan dari pemerintah pusat.

Untuk tata kota, Kota Surabaya harus membenahi segala hal yang ada agar lebijh terlihat cantik dan dilirik oleh wisatawan “Kita berbeda dengan Yogyakarta dan Lombok yang ‘terlahir cantik’. Sedangkan Surabaya, kami harus ‘bersolek’ untuk menjadi cantik.” Kata Pria yang diangkat sebagai Humas Pemkot Surabaya sejak November 2018.

--

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu