Sultan Brunei Panen Padi dari Indonesia

Sultan Brunei Panen Padi dari Indonesia

Panen benih padi Indonesia di Brunei Darussalam © Kementerian Luar Negeri

  • Sultan Brunei memanen benih padi yang diimpor dari Indonesia, Februari lalu.
  • Benih padi merupakan produksi PT. Biogene Plantation, Indonesia.
  • Sebanyak 5,5-6,5 ton gabah kering sukses dipanen oleh Brunei.

Benih padi yang diimpor Brunei Darussalam dari Indonesia akhirnya dipanen pada 12 Februari 2019 lalu. Panen ini secara resmi dimulai oleh Sultan Brunei, Haji Hassanal Bolkiah, di kawasan Wassan Padi Field.

Diperkirakan sebanyak 5,5-6,5 ton gabah kering giling sukses dipanen saat itu. Jumlah tersebut dua kali di atas rata-rata hasil panen varietas padi lain di Brunei Darussalam. Panen ini didapat dari dua ton benih padi yang diimpor dari Indonesia dan ditanam di lahan sawah seluas 265 hektare.

Benih padi yang diimpor Brunei merupakan padi Hibrida varietas Sembada 188 dari PT. Biogene Plantation, Indonesia. Sultan Brunei berharap momen bersejarah ini dapat disebarluaskan para petani di Brunei, guna meningkatkan ketahanan pangan di negara yang terletak di utara pulau Kalimantan tersebut.

“Alhamdulillah, hasil panen diperkirakan sesuai dengan harapan dan ke depannya kembali akan dilakukan impor benih padi Sembada 188 oleh pihak Brunei. Kesempatan ini seyogyanya juga diikuti dengan masuknya produk-produk penunjang pertanian seperti pupuk, traktor pengolah tanah, traktor penanam dan pemanen padi dan sebagainya,” ujar Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko, M.A., dikutip dari siaran pers yang diterima GNFI.

Sementara itu Direktur Utama PT. Biogene Plantation, Bambang Purwadi Priyono, menyatakan bahwa “Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah Brunei Darussalam menjadi pemicu bagi perusahaan untuk melakukan yang terbaik. Perusahaan akan terus melakukan pengawalan dan knowledge sharing kepada para petani Brunei Darussalam bagi keberhasilan penanaman padi Sembada 188 di masa mendatang.”

Penanaman benih padi Sembada 188 dari Indonesia dilakukan Sultan Brunei pada 29 Oktober 2018, dalam rangka Hari Raya Keputeraan Sultan yang ke-72. Selain kawasan Wassan Padi Field seluas 265 hektare, pihak Kementerian Sumber-sumber Utama dan Pelancongan Brunei Darussalam juga akan mengembangkan lahan seluas 500 hektare di kawasan Kandol, Belait.

Pengembangan kawasan pertanian baru dan benih padi dengan produktivitas yang lebih tinggi dari benih padi lokal yang banyak ditanam saat ini, seperti Sembada 188, diharapkan dapat mendongkrak hasil tanam padi nasional Brunei dari 2.349 ton padi pada tahun 2017 menjadi 3.000 ton pada tahun 2018 dan 4.000 ton pada tahun 2020. Pada tahun 2017, Brunei mengimpor 30.631 metrik ton beras, dimana kontribusi beras nasional Brunei baru mencapai 4,75%.**

Pilih BanggaBangga92%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau8%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Menanti Logo ke-8 TVRI Sebelummnya

Menanti Logo ke-8 TVRI

Sudah Pernahkah ke Pantai Nglambor? Selanjutnya

Sudah Pernahkah ke Pantai Nglambor?

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

Tidak bisa masak tapi suka makan. Tidak bisa main bola tapi suka nonton bola.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.