Entikong Xpedition Gagasan Shafira Berhasil Menjadi 15 Top Essay di Asia Speaks 2019 Chapter Indonesia

Entikong Xpedition Gagasan Shafira Berhasil Menjadi 15 Top Essay di Asia Speaks 2019 Chapter Indonesia

© IPB University

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Shafira Alfarisi, mahasiswi Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) penggagas Beasiswa 10.000, berhasil menjadi salah satu dari 15 Top Essay dalam Asia Speaks 2019 Chapter Indonesia.

Ini adalah acara yang pertama kali diselenggarakan IPB. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) bekerjasama dengan Ministry of Youth and Sport Malaysia, International Youth Center Malaysia, dan Asian Youth Council ini dilaksanakan di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Bogor (28/2).

Esai yang ditulis Shafira berjudul “Education Expeditions for Underdeveloped Regions: Is The Solution to Reduce Hunger and Poverty for Future Food Security".

Menurut mahasiswa Sekolah Vokasi IPB semester akhir ini, permasalahan kelaparan dan kemiskinan berelasi kuat dengan masalah pendidikan. Shafira yakin bahwa pendidikan adalah senjata terhebat untuk menaklukkan dunia. Hal ini berhasil dibuktikan Shafira dengan banyaknya raihan prestasi yang diperoleh sejak kuliah di Sekolah Vokasi IPB.

Shafira merupakan anak dari seorang kuli bangunan. Namun kondisi ini tidak menyurutkan niatnya untuk berprestasi. Selain menjadi salah satu dari 15 Top Essay, Shafira juga menjadi founder program pertukaran pelajar International Youth Summit bernama Xchange Hamada dan Beasiswa 10.000.

Gadis asal Jakarta ini telah berhasil memberangkatkan 50 orang ke Malaysia dan Singapura selama lima hari pada program pertamanya Agustus tahun lalu. Program keduanya dilakukan pada bulan Juni 2018 ke Sydney Australia kerja sama dengan Tasya Kamila, skinnyfabs, dan University of Sydney.

Terkait esai yang diikutkan dalam Asia Speaks 2019 Chapter Indonesia ini, Shafira sebagai milenial, memberikan kontribusi nyata dengan melakukan penelitian dan terjun langsung ke area terluar dan terbelakang di Indonesia yakni di Desa Punti Engkaras, Entikong, Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut diberinya nama Entikong Xpedition.

“Di luar sana banyak mahasiswa yang pintar, mereka belajar tentang kesehatan dan keahlian komunikasi, namun ilmu tersebut tidak bermanfaat jika tidak disampaikan kepada orang-orang yang membutuhkan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik,” tandasnya.

Dalam ekspedisi tersebut Shafira dibantu beberapa temannya dalam tim kerja memberikan bantuan berupa makanan bergizi dan susu untuk pemenuhan gizi anak-anak usia SD. Dalam kurun waktu beberapa minggu, Shafira dan tim mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan serta gizi makanan yang baik untuk anak-anak dan orang tua.

Upaya lain yang dilakukannya adalah dengan melakukan advokasi ke pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di area tersebut. Hasil dari advokasi, kini telah ditugaskan guru tambahan di mana sebelumnya satu guru harus mengajar tiga kelas.

Pemberian donasi dalam bentuk uang juga dilakukan untuk membantu masyarakat dusun dalam penanganan situasi gawat darurat.

Program Beasiswa 10.000 yang dikelola Shafira adalah salah satu sumber donasi untuk membantu masyarakat di desa tertinggal tersebut. Program yang dirintisnya sejak Maret 2018 ini adalah platform pendidikan di Indonesia yang berbadan hukum yayasan dan diakui oleh Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

“Beasiswa 10.000 lahir guna mengajak para relawan (volunteer) dan donatur di seluruh Indonesia agar bersama-sama berkontribusi untuk pendidikan yang lebih baik. Tagline kami adalah Dukung Pendidikan Usung Perubahan. Sumber dana yayasan ini tidak didapatkan dari pihak manapun melainkan dari berbagai kegiatan yang digelar sendiri secara mandiri. Program ini dapat dilakukan oleh siapa saja bahkan kaum milenial. You don’t have to be a billionaire to make an impact,” tegasnya.

Shafira mengajak masyarakat di Indonesia yang peduli akan pendidikan untuk dapat membantu sesamanya yang lebih membutuhkan melalui Program Beasiswa 10.000. Kontribusi bisa berupa donasi atau dengan mengikuti dan membagikan akun instagram @beasiswa10000. (YDI/Zul)


Sumber: www.ipb.ac.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Start Up Aplikasi Kesehatan Ini Disuntik Dana. Jadi Unicorn Selanjutnya? Sebelummnya

Start Up Aplikasi Kesehatan Ini Disuntik Dana. Jadi Unicorn Selanjutnya?

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona Selanjutnya

Mengkonsumsi Kulit Jeruk Diklaim Dapat Menangkal Virus Corona

Yulia Dwi Indriani
@julia

Yulia Dwi Indriani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.