Produk Olahan Ikan Teri dari NTT Akan Go Global

Produk Olahan Ikan Teri dari NTT Akan Go Global
info gambar utama

Kabupaten Lembata di Nusa Tenggara Timur terkenal karena tradisi perburuan pausnya.

Daerah ini sebenarnya memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan, termasuk masakan lokal desa Lewolein dan peluang ekonomi yang mencakup produksi bawang merah di desa Merdeka dan ikan teri di desa Hadakewa.

Menyadari potensinya, pemerintah daerah berusaha mengembangkan setiap desa dengan berfokus pada kekuatan daerah, terutama produksi ikan teri di desa Hadakewa.

Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday mengatakan dikutip dari The Jakarta Post bulan lalu bahwa Hadakewa dikaitkan dengan ikan teri kelas dunia.

Produksi dimulai oleh perusahaan milik desa pada tahun 2017.

Sebagai penghasil ikan terbesar di kabupaten ini, desa ini menawarkan tujuh jenis ikan teri, yaitu merang, peseng-peseng, siro, mao merah, mao putih, phada, dan gelle.

 Hadakewa siap untuk mengekspor ikan teri. (JP / Hengky Ola Sura)
info gambar

Setiap jenis dijual dalam berbagai kemasan, yaitu 100 gram, 250 gram, 500 gram, dan 1 kilogram dengan harga mulai dari Rp 30.000.

Ikan teri tidak hanya dimaksudkan untuk konsumsi lokal, karena saat ini tersedia di Tokopedia. Ada minat dari beberapa negara, seperti Timor Leste dan Tiongkok, untuk membeli produk tersebut.

Kepala desa Hadakewa Klemens Kwaman mengatakan mereka siap untuk mengekspor ikan teri.

Klemens berbagi bahwa ikan teri Hadakewa terasa unik, karena renyah dan tidak terlalu asin.

"Ini 100 persen bebas pengawet," tambahnya.

Klemens mengatakan dia menemukan produksi ikan teri cukup menjanjikan.

“Warga mengambil bagian dalam memproduksi ikan teri berkualitas tinggi, dari pengeringan dan pemilihan sampai pengemasan, dan pemerintah daerah membayarnya,” katanya.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini