Belanja Online di Indonesia dalam Angka

Belanja Online di Indonesia dalam Angka

Ilustrasi kegiatan belanja online © Thomas Lefebvre/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Fakta-fakta unik tentang kegiatan belanja online di Indonesia.
  • Picodi.com membedah data tentang pemakaian perangkat, jenis kelamin, bulan-bulan tersibuk, sampai jam paling ramai belanja online.
  • Hasilnya ternyata cukup mengejutkan, dan beberapa di luar dugaan.

Picodi.com dalam sebuah penelitiannya menemukan fakta-fakta menarik tentang kebiasaan konsumen belanja online di Indonesia. Data-data tersebut antara lain menunjukkan perangkat yang dipakai, jam berbelanja, dan nominal uang yang dihabiskan.

Mengenai perangkat yang dipakai orang Indonesia saat berbelanja online, picodi.com menemukan sebuah data unik. Ternyata, orang Indonesia justru lebih banyak menggunakan komputer (PC/laptop) ketimbang smartphone. Perbandingannya, hanya ada 4 dari 10 orang yang berbelanja online memakai smartphone.

Walaupun begitu, konsumen Indonesia lebih banyak menghabiskan uang saat berbelanja online memakai smartphone. Nilai pesanan rata-rata sekitar Rp 1.269.000, lebih tinggi Rp 71.000 dibanding menggunakan PC/laptop.

Kemudian jika diurai lebih lanjut, didapat temuan bahwa pengguna iOS memiliki rata-rata nominal belanja lebih tinggi dibanding pengguna android. Perbandingannya, Rp 1.443.000 untuk iOS dan Rp 1.182.000 untuk android.

Hari Senin dan akhir pekan menjadi hari yang paling banyak memunculkan transaksi online dari PC/laptop. Kemudian dari penggunaan smartphone, puncak transaksi terjadi pukul 13.00 waktu setempat.

Lalu siapa yang lebih sering berbelanja online. Pria atau wanita? Anggapan bahwa wanita adalah makhluk yang ditakdirkan untuk berbelanja sepertinya harus segera dihapuskan. Sebab, di Indonesia yang lebih sering berbelanja online adalah pria, dengan rasio 54% : 46% dibandingkan wanita.

Untuk pembagian usia, sesuai dugaan generasi muda adalah yang paling sering berbelanja online. Sebanyak 45% berusia antara 18-24 tahun, diikuti 25-34 tahun (41%), 35-44 tahun (8%), dan 6% sisanya adalah konsumen berusia di atas 45 tahun.

Waktu tersibuk belanja online

Selain menganalisa perangkat, rentang usia, dan jenis kelamin, picodi.com juga menyelisik bulan-bulan tersibuk di belanja online sepanjang tahun 2018. Hasilnya didapat rata-rata nilai pesanan per bulannya dan bulan-bulan dengan angka belanja online tertinggi dan terendah.

Juni 2018 menjadi bulan dengan rata-rata nilai pesanan tertinggi, yang mencapai Rp 1.751.051. Di bawahnya diikuti Mei 2018 (Rp 1.454.719), Maret 2018 (Rp 1.341.288), Januari 2018 (Rp 1.329.711), dan Agustus 2018 (Rp 1.200.084) di lima besar.

Tingginya rata-rata nilai transaksi di bulan-bulan tersebut turut dipengaruhi dari momen-momen tertentu, seperti Hari Raya Idulfitri, dan hari-hari khusus lainnya.

Menariknya, walau bulan Desember 2018 mencatatkan rata-rata nilai transaksi terendah (Rp 815.195), tapi justru menjadi bulan tersibuk. Ini disebabkan adanya pesta diskon besar yakni Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). November dan Juni juga menjadi bulan tersibuk berikutnya, terkait adanya pesta diskon 11.11 dan Black Friday.

Barang-barang yang paling laris di belanja online adalah pesan antar makanan, pakaian, peralatan olahraga, barang elektronik, dan furniture rumah.


Sumber: picodi.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pemilu: Torang Samua Basudara Sebelummnya

Pemilu: Torang Samua Basudara

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.