Terinspirasi dari program Sustainable Development Goals (SDGs) atau Program Berkelanjutan, yang dicanangkan oleh perserikatan bangsa-bangsa (PBB) mengenai Zero Hunger dan Good Health and Well Beings, membuat Mahasiswa yang berasal dari Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor bernama Lutvi Abdullah menciptakan HERBA (Chicken Feather of Snack bar).

Snack bar yang dimodifikasi terbuat dari bulu ayam ini, difokuskan untuk memberikan harapan hidup lebih lama bagi penderita leukimia. Lutvi menuturkan bahwa snack bar hasil dari formulasinya membuat penderita leukimia dapat memperpanjang harapan hidupnya lebih lama.

Kandungan quercetin yang terdapat dalam bulu ayam, protein nabati sekaligus vitamin yang terdapat dalam produk, membuat snack bar ini dapat mentransmisikan energi ke seluruh sel.

HERBA dapat ditransfusikan secara berkala, artinya snack bar ini dapat dikonsumsi langsung atau dibuat larutan, karena sifat dari snack bar tersebut gampang larut. Agar penderita leukimia dapat mencernanya dengan cepat sekaligus dapat mentransmisikan energi vitamin dan protein secara optimal ke seluruh tubuh.

Efek dari distribusi energi yang disebarkan ke seluruh tubuh, aktivitas sel darah putih yang bersifat fagositosis dapat di non-aktifkan di dalam darah, sehingga protein yang ada di dalam tubuh dapat didistribusikan dengan baik.

Lutvi Abdullah - Mahasiswa Pembuat HERBA

Dari hasil penelitian dan formulasi yang Lutvi buat, mahasiswa yang berasal dari Cianjur ini dapat penghargaan sebagai Best Research Award dan Most Diplomatic Award di acara International Microbiology and Medical Disease (IMMDE) yang di adakan oleh Faculty of Medicine, National University of Singapore, dan berkolaborasi dengan World Health Organization South-East Region yang dilaksanankan di singapura beberapa waktu lalu.

HERBA merupakan hasil inovasi yang Lutvi buat dengan bahan baku utamanya adalah bulu ayam, yang sudah ia ubah menjadi tepung diperlukan beberapa tahapan agar menjadi snack bar yang dapat di konsumsikan.

Tidak lupa ia mengombinasikan beberapa bahan alam lainnya seperti kacang merah dan biji nangka agar dapat diformulasikan menjadi HERBA, tutur Lutvi.

Lutvi berharap inovasi nya dapat di dukung pemerintah sehingga memberikan bermanfaat dan dampak bagi sesama.

"Karya ini aku persembahkan untuk indonesia, karena aku berharap inovasi ini di dukung oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk pemerintah agar manfaat nya bisa di rasakan oleh semua orang," ungkap Lutvi.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu