Bangka Culture Wave Festival 2019 Dengan Segala Keberagamannya

Bangka Culture Wave Festival 2019 Dengan Segala Keberagamannya
info gambar utama

Festival Bangka Culture Wave tahunan dijadwalkan untuk hadir bombastis tahun ini.

Festival ini, yang akan berlangsung dari 2 hingga 7 April, menampilkan penduduk asli multi-etnis Bangka yang berasal dari warisan Melayu, Cina, Belanda, Jawa, dan Arab.

Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Bangka Belitung, Ferry Insani, mengatakan bahwa pemerintah telah menghentikan semua pemberhentian untuk memastikan bahwa festival akan penuh sesak dengan acara dan pertunjukan yang penuh warna.

“Festival ini juga akan mengusung sejumlah lokakarya dan pasar, juga pertunjukan artistik seperti demonstrasi lukisan langsung, tarian tradisional, dan pertunjukan teater kolosal Tiongkok,” kata Ferry, Senin, seperti dikutip oleh kompas.com.

Dia menambahkan bahwa festival itu adalah bagian dari upaya bersama untuk memikat lebih banyak wisatawan ke Bangka. Tawaran pemerintah daerah lainnya untuk mempromosikan pariwisata lokal termasuk Sungailiat Triathlon, yang berlangsung pada bulan Juni.

"Kami berharap festival ini akan membantu Bangka mencapai tingkat popularitas yang sama dengan yang dinikmati Belitung," kata kepala divisi multikultural Esthy Reko Astuti saat berpidato di Kementerian Pariwisata.

Dengan tema yang dijuluki "Homecoming", iterasi festival tahun ini akan diadakan di De'Locomotief, Pantai Wisata Tonaci, Sungailiat, Pulau Bangka.

Para pengunjung festival akan disuguhi rentetan berbagai pertunjukan musik dan tari yang menampilkan kekayaan budaya Bangka di tujuh acara utama termasuk Karnaval Gelombang Bangka, Gelombang Bangka Etnik Performance Festival, Bangka Ethnic Music Festival, dan Bangka Art Wave.

Selain pertunjukan tersebut, festival ini juga akan menampilkan berbagai kompetisi tarian tradisional, lukisan, vlogging, fotografi, dan mahjong.

Tempat tahun ini, yang relatif dekat dengan Bandara Depati Amir, diharapkan akan memberikan akses mudah bagi para wisatawan.

Panitia festival mengharapkan untuk menyambut 5.000 turis asing dan 50.000 pengunjung domestik.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini