Penerbit Indonesia Berpartisipasi di Pameran Buku Anak Terbesar di Dunia

Penerbit Indonesia Berpartisipasi di Pameran Buku Anak Terbesar di Dunia

Stan Indonesia yang memajang buku-buku anak dari Indonesia di Bologna Children's Book Fair 2019 © Sumber: Jakarta Post

Enam penerbit Indonesia berpartisipasi dalam Bologna Children's Book Fair 2019. Perwakilan dari perusahaan penerbitan Gramedia, Kesaint Blanc, Elex Media, Yayasan Litara, dan Mizan, serta agen sastra Badan Borobodur, yang mewakili penerbit kecil, menghadiri pameran buku anak-anak terbesar di dunia itu.

Tim Indonesia memajang lebih dari 150 judul buku anak-anak dalam berbagai kategori seperti cerita rakyat, fantasi, agama, hingga bahasa, dan pembangunan karakter. Sebuah siaran pers mengatakan bahwa selain buku, ada juga lima permainan papan dan produk dari seri komik bahasa Indonesia Si Juki, game horor buatan Indonesia Ghost Parade, game edukasi merek Marbel, buku cerita digital anak-anak Riri, dan pembuat konten digital Hey Blo!

Tema yang disuguhkan Indonesia untuk tampilan di pameran tersebut adalah "17.000 Pulau Imajinasi".

Esti Andayani, duta besar Indonesia untuk Italia, menghargai partisipasi Indonesia dalam pameran buku ini.

“Partisipasi ini istimewa karena juga menandai perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Italia, dengan tema ekonomi kreatif dan kerja sama industri kecil. Perusahaan penerbitan memegang elemen penting dalam industri kreatif,” kata Esti.

Kepala Komite Buku Nasional (KBN) Laura Bangun Prinsloo mengatakan penjualan hak cipta terbesar berasal dari buku anak-anak.

"Sementara itu, Bologna Children's Book Fair adalah pameran buku terbesar di dunia, yang dapat menjadi pasar yang strategis," kata Laura.

Pameran buku tersebut adalah acara yang digelar secara tahunan dengan jumlah peserta sebanayak 1.200 peserta dari lebih dari 70 negara setiap tahunnya.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Dukung Pariwisata Lokal, NTT Akan Luncurkan Perpustakaan Digital, Bagaimanakah? Sebelummnya

Dukung Pariwisata Lokal, NTT Akan Luncurkan Perpustakaan Digital, Bagaimanakah?

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal? Selanjutnya

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.