Setelah 5 Tahun, Indonesia Akhirnya Capai Posisi Teratas di Indeks Perjalanan Muslim Global

Setelah 5 Tahun, Indonesia Akhirnya Capai Posisi Teratas di Indeks Perjalanan Muslim Global

Dua wisatawan asal Polandia berfoto selfie dengan latar belakang Masjid Raya Al Mashun, Medan © Sumber: Wego

Indonesia dan Malaysia berbagi posisi teratas dalam Indeks Perjalanan Muslim Global (GMTI - Global Muslim Travel Index) 2019, yang dirilis oleh Mastercard-CrescentRating baru-baru ini.

Tahun lalu, Indonesia berada di posisi kedua di belakang Malaysia. Tahun ini, Indonesia berhasil menyamai kedudukan dengan Malaysia, yang mana keduanya sama-sama mencetak skor sebesar 78 dalam indeks tersebut.

Tidak ada posisi kedua tahun ini. Tertinggal di belakang adalah Turki di posisi ketiga, Arab Saudi di posisi keempat dan Uni Emirat Arab di posisi lima.

CEO CrescentRating, Fazal Bahardeen, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers yang dikeluarkan pada hari Selasa bahwa Indonesia telah banyak berinvestasi dalam infrastruktur selama beberapa tahun terakhir untuk mencapai tujuan mempermudah akses untuk wisatawan Muslim.

Destinasi wisata halal Indonesia | Sumber: Sebentarsaja.com
Destinasi wisata halal Indonesia | Sumber: Sebentarsaja.com

"Dalam hal infrastruktur dasar seperti ketersediaan makanan halal dan fasilitas ramah Muslim, kami melihat banyak peningkatan. Ini juga memiliki konektivitas yang lebih baik,” tambah Bahardeen, mengatakan Indonesia juga telah berinvestasi dalam pariwisata Muslim dan mempromosikan dirinya melalui pemasaran digital.

Namun, ia menekankan bahwa Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mempertahankan posisinya dan mengembangkan negara yang ramah Muslim sebagai destinasi pariwisata.

“Indonesia masih memiliki banyak hal untuk dilakukan untuk mempromosikan destinasinya. Sebagaimana Indonesia telah melakukan promosi secara umum, tetapi harus memiliki target spesifik untuk pasar Muslim,” kata Bahardeen.

Laporan GMTI tersebut mengurutkan 130 tujuan perjalanan Muslim di seluruh dunia. Dalam menentukan peringkat tersebut, pihaknya menilai empat faktor utama - akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.

Provinsi Jawa Tengah mendapat penghargaan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan | Sumber: Jatengprov.go.id
Provinsi Jawa Tengah mendapat penghargaan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 sebagai Destinasi Wisata Halal Unggulan | Sumber: Jatengprov.go.id

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan posisi Indonesia yang membaik ini adalah hasil dari kebijakan yang diterapkan sejak 2015. Indonesia berada di urutan ke-enam pada tahun 2015, ke-empat pada 2016, ke-tiga pada 2017, dan ke-dua tahun lalu.

"Butuh lima tahun untuk mencapai posisi ini," Arief menambahkan.

Mastercard-CrescentRating memperkirakan bahwa ada 140 juta pengunjung Muslim internasional di seluruh dunia tahun lalu. Jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 230 juta pada tahun 2026, dengan perkiraan 300 miliar dolar Amerika dituangkan ke dalam kas industri pariwisata global.

Kementerian Pariwisata telah menetapkan target 5 juta wisatawan Muslim asing tahun ini, naik dari 2,6 juta yang mengunjungi Indonesia tahun lalu. Kementerian Pariwisata memperkirakan bahwa mereka akan berkontribusi 22 persen dari total target devisa 17,6 miliar dolar dari sektor pariwisata tahun ini.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli33%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Batumbu yang Lahir dari Target Untuk Akselerasi Pertumbuhan UKM Sebelummnya

Batumbu yang Lahir dari Target Untuk Akselerasi Pertumbuhan UKM

Ismail Marzuki Alias Maing, Pejuang Indonesia Melalui Lagu Selanjutnya

Ismail Marzuki Alias Maing, Pejuang Indonesia Melalui Lagu

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.