Lombok di Nusa Tenggara Barat dinobatkan sebagai Destinasi Wisata Halal Terbaik pada Indeks Perjalanan Muslim Indonesia (IMTI - Indonesia Muslim Travel Index) 2019, diikuti oleh beberapa destinasi di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, dan Jakarta.

Pada indeks terbaru yang dirilis Senin, Lombok mendapat skor sebesar 70, yang tertinggi di antara 10 destinasi wisata halal dinilai tertinggi di Indonesia, yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan Mastercard-CrescentRating, yang juga mengeluarkan Indeks Pariwisata Muslim Global (GMTI - Global Muslim Travel Index).

Kementerian menggunakan kriteria standar global GMTI untuk penilaian IMTI, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.

CEO CrescentRating dan HalalTrip Fazal Bahardeen mengatakan setiap kriteria terdiri dari tiga aspek. Dia memberikan contoh bahwa untuk menilai kriteria akses, penguji akan mempertimbangkan persyaratan visa, konektivitas udara, dan infrastruktur transportasi.

"Kriteria komunikasi terdiri dari penjangkauan, kemudahan komunikasi, dan kehadiran digital," kata Bahardeen, menambahkan bahwa kriteria lingkungan yang dimaksud mengacu kepada keselamatan dan budaya, kemudahan kedatangan pengunjung, dan iklim.

Wisata Halal Lombok | Sumber: Wisatalombokhalal
Wisata Halal Lombok | Sumber: Wisatalombokhalal

Bahardeen mengatakan telah ada perbaikan utama di semua 10 tujuan wisata halal di Indonesia tetapi Lombok telah meningkat paling signifikan.

"Saya pikir karena komitmen mereka yang kuat untuk pasar (muslim) ini. Mereka telah melakukan banyak peningkatan dan belajar tentang pasar tersebut. Mereka juga mempromosikan Lombok sebagai tujuan wisata Muslim. Dan juga tentu saja, mereka memiliki makanan halal dan masjid yang cukup (banyak tersedia)," kata Bahardeen.

Mastercard-CrescentRating memproyeksikan 230 juta wisatawan Muslim pada tahun 2026 dengan potensi pengeluaran hingga 300 miliar dolar Amerika. "Angka tersebut adalah jumlah besar dan peluang besar bagi negara-negara seperti Indonesia,” tambahnya.

Wakil menteri pengembangan industri dan institusi, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan Indonesia menargetkan untuk menyambut 5 juta wisatawan Muslim asing tahun ini. Tahun lalu, Indonesia menyambut 2,6 juta wisatawan Muslim.


Sumber: Jakarta Post

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu