• Bendung Kamijoro di Kulon Progo tak hanya difungsikan untuk irigasi, tapi juga destinasi wisata.
  • Bendungan di Kali Progo ini ramai dikunjungi wisatawan, dan memberi banyak manfaat bagi penduduk di sekitarnya.
  • Adanya Bendung Kamijoro dapat meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen ke 270 persen.

Bendung Kamijoro yang selesai dibangun pada 2018 mendatangkan segudang manfaat bagi warga di sekitarnya. Selain fungsi utamanya sebagai jaringan irigasi, bendung ini juga menjadi tempat wisata yang ramai didatangi pengunjung.

Ramainya kunjungan wisatawan ke bendung yang terletak di dusun Kaliwiru, desa Tuksono, kecamatan Sentolo, Kulon Progo, ini tak lepas dari taman bermain yang berada di Bendung Kamijoro. Di situ, terdapat plaza terbuka untuk orang berkumpul, berfoto, dan bisa juga digunakan untuk kegiatan massal.

Selain itu, daya tarik lain dari taman di Bendung Kamijoro adalah jembatan sepanjang 161 meter yang bentuknya mirip Jembatan Ampera di Palembang. Jembatan dengan lebar 3 meter ini juga dipasangi tali baja di sisi-sisinya, dan lampu penerangan bagi yang melintas di malam hari.

Jembatan di Bendung Kamijoro | Foto: Dani Julius Zebua/KOMPAS.com

Kemudian dari segi irigasi, adanya Bendung Kamijoro dapat meningkatkan intensitas tanam dari 205 persen menjadi 270 persen. Ini dikarenakan aliran air dari Bendung Kamijoro akan mengairi sawah seluas 2.370 hektare dengan volume air sebesar 500 liter per detik.

Pembangunan Bendung Kamijoro dilakukan oleh kontraktor PT. Waskita Karya dan PT. Pembangunan Perumahan (PP) dengan Kerja Sama Operasi (KSO). Kontraknya tahun jamak dari 2016 sampai 2018 sebesar Rp 229 miliar. Kemudian konsultan supervisinya adalah PT. Catur Bina, yang nilai kontraknya Rp 7,8 miliar.

Bendung Kamijoro tampak dari atas | Foto: pu.go.id

Proyeknya tidak hanya membangun Bendung Kamijoro, tapi juga rehabilitasi saluran sepanjang 9,6 Km, pekerjaan intake air baku, pembuatan rumah panel, dan penghijauan. Sebagai informasi, lahan di Bendung Kamijoro dulunya adalah lahan kolonjono, rumput untuk pakan sapi dan kambing.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kemudian datang untuk membuat taman dan bendungan yang berfungsi untuk irigasi, dan warga dengan lapang dada menerimanya. Timbal baliknya adalah, warga dipersilakan mengelola taman di sebelah barat bendungan, yang dapat memberi pemasukan tambahan bagi mereka.


Sumber: JawaPos, Liputan6.com, travel.kompas.com

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu