Setelah Sempat Tidak Beroperasi, Kini Alternatif Shuttle Bandara Bali Beroperasi Kembali

Setelah Sempat Tidak Beroperasi, Kini Alternatif Shuttle Bandara Bali Beroperasi Kembali
info gambar utama

Wisatawan yang tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali sekarang dapat naik bus antar-jemput umum yang menghubungkan bandara dan bagian lain dari pulau tersebut, setelah layanan sebelumnya ditangguhkan selama beberapa bulan.

Layanan bus umum Trans Sarbagita diluncurkan kembali pada hari Kamis setelah uji coba satu minggu.

"Ini adalah hal yang baik. Transportasi umum [yang terjangkau] sangat dibutuhkan saat ini," kata manajer umum bandara Haruman Sulaksono saat peluncuran ulang.

Bus akan melayani dua rute, bandara ke Nusa Dua melalui Jimbaran dan bandara ke Batubulan di Gianyar melalui Kuta dan Denpasar. Halte bus terletak di zona penjemputan di terminal domestik dan internasional.

Karena saat ini hanya ada enam bus yang melayani dua rute, layanan antar-jemput akan beroperasi tiga kali sehari. Rute ke Nusa Dua berangkat pukul 9.15 pagi, 1.15 siang, dan 5.15 sore waktu setempat, sementara bus ke Batubulan akan berangkat pukul 11 ​​pagi, 3 sore, dan 7 malam waktu lokal. Bus berangkat sesuai jadwal yang sama dari Batubulan dan Nusa Dua ke bandara.

Bus Trans Sarbagita yang diluncurkan kembali | Sumber: Pemerintahan Provinsi Bali
info gambar

Biaya perjalanan hanya sebesar Rp 3.500, sementara siswa dengan kartu pelajar yang valid dapat menggunakan layanan ini secara gratis.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut peluncuran kembali layanan ini, yang menjanjikan lebih banyak inovasi transportasi.

"Di masa depan, kita harus membangun dan memperluas transportasi [infrastruktur] dengan cara-cara inovatif," katanya.

Layanan bus umum Sarbagita pertama kali diluncurkan pada 2011 oleh gubernur saat itu Made Mangku Pastika. Kemudian, Sarbagita menghubungkan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Namun, layanan ini ditangguhkan karena rendahnya jumlah penumpang.


Sumber: Jakarta Post

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini