IIDN, Kabar Baik untuk Perempuan Penulis

IIDN, Kabar Baik untuk Perempuan Penulis

Tampilan laman Facebook IIDN © Dok. Penulis

Bagi perempuan zaman now, resign dari pekerjaan kantor bukanlah akhir puncak karier.

Di era milenial perempuan dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet untuk terus berkarya tanpa dibatasi ruang dan waktu. Salah satunya berkarya sebagai penulis.

Peran komunitas bagi perempuan penulis

Ada satu hal yang tak berubah dari zaman ke zaman. Manusia, lebih khusus perempuan tetaplah makhluk sosial.

Manusia berinteraksi dalam sebuah komunitas kolektif yang memiliki identitas dan simbol serupa. Hanya saja di era digital bentuk dan cara berkomunitas telah berubah. Lebih fleksibel dan dilakukan di dunia maya.

Demikian pula halnya dengan perempuan penulis, tentu membutuhkan interaksi bersama sebuah komunitas yang dapat memperkaya wawasannya di bidang kepenulisan.

Beberapa komunitas penulis perempuan, antara lain: Komunitas IIDN, Blogger Perempuan, Wonderland Family, Women Script Community, dan masih banyak yang lainnya.

Sangat penting bagi perempuan penulis untuk berkomunitas. Ada banyak manfaat yang memberdayakan. Selain menambah ilmu kepenulisan, komunitas adalah wadah kolaborasi yang dapat menambah rezeki.

Perlu diingat rezeki tak melulu tentang uang. Relasi & persahabatan adalah juga rezeki yang tak ternilai. Tak jarang dari sharing dan diskusi di komunitas lahirlah pengetahuan baru, ide-ide dan solusi.

Terlebih dari semuanya dalam sebuah komunitas, perempuan penulis belajar tentang kebersamaan, tentang menjaga asa menulis tetap menyala di setiap anggotanya.

IIDN (Ibu-ibu Doyan Nulis)

Pada 24 Mei 2010, seorang perempuan inspiratif bernama Indari Mastuti mendirikan sebuah komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis di media sosial Facebook.

Komunitas yang lebih dikenal dengan nama IIDN ini telah beranggotakan 21.057 perempuan yang memiliki minat dan hobi di bidang kepenulisan.

Komunitas IIDN memiliki visi mencerdaskan perempuan Indonesia. Visi tersebut dijabarkan ke dalam 4 misi, yaitu:

  1. Setiap anggota IIDN diharapkan dapat menerbitkan minimal 1 buku
  2. Meningkatkan produktivitas anggota di berbagai media Indonesia
  3. Meningkatkan kemampuan anggota di bidang kepenulisan
  4. Mempererat kolaborasi positif di berbagai bidang antar anggotanya

Meski namanya Ibu-ibu Doyan Nulis, namun di komunitas IIDN para anggota memiliki jadwal kegiatan yang beragam.

Tertulis, setiap Senin ada jadwal: Manajemen Bisnis, Kelas Penerbitan dan Melek Pajak. Selasa: Mengatasi Malas Nulis dan Mendadak Kuis. Rabu: Bedah Karya dan Promo Buku IIDN. Kamis: Jurnalistik, Kelas EYD, Traveling dan Parenting. Jumat libur, Sabtu nge-blog dan Minggu Bedah Duit.

Selain jadwal di atas, IIDN mengadakan pelatihan kepenulisan secara offline dan online.

Sebuah pesan penting di bagian info IIDN seyogyanya menjadi highlight untuk para anggota.

“Satu hal yang ingin kami sampaikan di grup ini adalah bahwa aktivitas menulis anda hanya bisa BERKEMBANG jika anda mulai MENULIS SETIAP HARI. Gunakan wall atau dokumen di grup untuk mulai menulis, mintalah saran teman-teman di sini, dan jangan takut dikritik ya --- gunakan kritik untuk menyempurnakan tulisan anda.”

Itulah motivasi dan dukungan implisit bagi anggota komunitas IIDN.

9 tahun eksis, Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) berkembang semakin pesat dan membanggakan. Banyak anggota telah menghasilkan karya, baik berupa artikel, cerpen, hingga buku.

Pengurus IIDN bekerja sama dengan Indscript Copywriting memfasilitasi anggota IIDN yang ingin menerbitkan buku.

Naskah yang dicari meliputi: Traveling, keterampilan, novel, parenting, kuliner, agama, kesehatan, serta bisnis untuk ibu rumah tangga. Syarat dan ketentuan yang berlaku dapat dipelajari di info komunitas.

Cita-cita seorang Indari Mastuti, ibu rumah tangga yang juga penulis lebih dari 60 judul buku ini boleh dikatakan tercapai. Ia memotivasi banyak perempuan untuk mengasah bakat dan keterampilan di bidang penulis.

Bahkan, banyak dari para perempuan itu mulanya tak memiliki latar belakang penulis. Namun karena berinteraksi di komunitas IIDN, Emakpintar dan Sekolah Perempuan yang juga didirikannya, kini mereka boleh berbangga memproklamirkan diri sebagai perempuan penulis.

Tentu saja para perempuan penulis mendapatkan juga penghasilan dari hobi yang digelutinya.

Aku dan IIDN

Di pengujung tahun 2017, aku adalah seorang ibu yang sedang tertatih-tatih dalam peran baruku sebagai ibu rumah tangga sepenuh waktu. Berat bagiku dalam masa transisi setelah meninggalkan kubikel di ibu kota itu.

Adalah lomba menulis Bangga Menjadi Ibu yang diselenggarakan Bitread bekerja sama dengan Emakpintar (juga dalam naungan Indscript, seperti halnya IIDN) menjadi titik balik di dunia kepenulisan.

Menyabet juara 1 dengan hadiah rupiah yang lumayan membuat semangat itu meletup kembali. Berkarya tak harus di kantor, hobi pun bisa menjadi uang.

Dari ajang lomba ini, aku berkenalan dengan banyak perempuan penulis. Ternyata dunia tak selebar tempurungku, luas sekali memberi banyak peluang. Aku hanya perlu mulai berinteraksi. Salah satunya berkomunitas di IIDN.

Seiring waktu, selain ilmu dan relasi, aku pun mendapat penghasilan serta berbagai hadiah hiburan dari menulis. Biasanya dari lomba yang diinfokan di komunitas atau sponsorship dari relasi, sahabat-sahabat baru di komunitas. Uniknya semua dijalankan secara online, belum bertemu muka.

24 Mei 2019, IIDN telah berusia 9 tahun, aku bangga menjadi bagian dari komunitas ini. Terima kasih kepada IIDN yang telah menumbuhkan kepercayaan diriku sebagai perempuan penulis. Dirgahayu IIDN!

*

Pada akhirnya mau berkomunitas atau tidak kembali kepada setiap pribadi itu sendiri. Berkomunitas memang dapat memperluas wawasan dan peluang, tetapi pemberdayaan dan peningkatan kualitas pribadi tetap harus berasal dari diri sendiri.

Komunitas hanyalah jembatan penghubung setiap anggotanya dengan dunia yang mereka minati.

Sebagaimana IIDN memberikan banyak manfaat dalam perjalanan menulisku, tak salah bila aku mengabarkan bahwa IIDN adalah kabar baik bagi perempuan penulis. Semoga!


Sumber: Info di Facebook komunitas IIDN

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Menjelang Lebaran, Ini Nih yang Banyak Dibeli Masyarakat Sebelummnya

Menjelang Lebaran, Ini Nih yang Banyak Dibeli Masyarakat

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal? Selanjutnya

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal?

1 Komentar

  • Evalina

    Ternyata menulis itu menyenangkan, walaupun hari ini baru mengasuh 2 blog q...

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.