Foto: Padaido, Negeri Indah yang Terhampar di Bibir Pasifik

Foto: Padaido, Negeri Indah yang Terhampar di Bibir Pasifik

Mangrove yang sehat yang ada di Pulau Auki © Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia

Terletak di gugusan pulau-pulau kecil di timur Pulau Biak, Papua, terhamparlah gugus pulau-pulau atol karang, yang disebut Padaido. Konon nama Padaido terambil dari bahasa daerah setempat yang berarti keindahan yang tidak dapat terungkapkan. Memang pulau-pulau yang terletak langsung di bibir laut Pasifik ini menyajikan pesona kemurnian alam yang masih nyata.

Secara administrasi, wilayah ini masuk dalam Kabupaten Biak Numfor, terbagi menjadi dua distrik (kecamatan), yaitu Padaido dan Aimando. Dari sekitar 40-puluhan pulau, hanya ada beberapa pulau yang berpenghuni, diantaranya seperti Pai, Auki, Wundi dan Nusi yang masuk dalam wilayah Distrik Padaido, dan Meosmangguandi, Mbromsi dan Padaidori yang masuk wilayah Distrik Aimando.

Untuk menuju pulau-pulau ini, pengunjung dapat menempuh perjalanan dari Bosnik di ujung pesisir timur Biak dengan kapal speed sekira 1-3 jam perjalanan laut, -tergantung kemana Anda akan menuju. Di Bosnik pula, tiga kali dalam seminggu, terdapat hari pasar dimana masyararakat dari pulau-pulau menjual hasil lautnya, seperti ikan, gurita dan berbagai jenis kerang-kerangan.

Padaido memang kaya dengan pelbagai biota laut. Tak heran, Pemerintah telah menetapkan wilayah ini, sebagai Taman Wisata Perairan (TWP) seluas 183 ribu hektar yang meliputi sekitar 30 pulau, terakhir lewat SK Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 68/2009.

Mengacu kepada data Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian KKP, wilayah ini memiliki 95 spesies koral, 155 jenis ikan, 90 jenis terumbu karang dan 7 spesies mangrove.

Sikap hidup masyarakat pun mendukung keberadaan kekayaan alamnya. Masyarakat memiliki tradisi sasi (sassien) laut, yaitu tradisi larangan untuk mengambil biota dari suatu wilayah atau jenis-jenis biota tertentu yang telah disepakati secara adat. Selain dari hasil laut, masyarakat juga memanfaatkan hasil kebun seperti kopra yang diambil pada saat masyarakat tidak melaut. Masyarakat mempercayai dengan model sasi, maka hasil laut mereka akan tetap dapat dikelola secara lestari.

Mongabay Indonesia berkesempatan berkunjung ke Auki, salah satu pulau berpenghuni yang ada di kepulauan Padaido, dan mendokumentasikan dalam bentuk foto berbagai kekayaan alam dan sebagian aktivitas masyarakat di pulau karang kecil nan eksotik ini.

Padang lamun yang membentang di perairan Pulau Auki | Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia
Mangrove yang sehat yang ada di Pulau Auki | Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia
Kepiting kelapa yang dapat dijumpai di Pulau Yundi, salah satu pulau tidak berpenghuni di Padaido | Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia
Siput konus, daging dalamnya adalah salah satu yang dikonsumsi masyarakat Auki | Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia
Senja di Auki, saat matahari hampir terbenam di barat | Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia


Catatan kaki: Ditulis oleh Ridzki R Sigit dan diposting ulang dari Mongabay Indonesia atas kerjasama dengan GNFI

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau75%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Cara Orang Auki Kelola dan Jaga Laut, Silangkan Adat dengan Sains Sebelummnya

Cara Orang Auki Kelola dan Jaga Laut, Silangkan Adat dengan Sains

Personal Branding Itu Penting, Lho Selanjutnya

Personal Branding Itu Penting, Lho

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.