10 Bali Baru: Jejak Sejarah dan Kebiruan Pulau Morotai

10 Bali Baru: Jejak Sejarah dan Kebiruan Pulau Morotai

Pulau Morotai © ksmtour.com

Provinsi Maluku Utara menyimpan keindahan alam yang terletak di Pulau Morotai. Bersumber daya dalam sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, pertambangan, hingga peristiwa sejarah.

Menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun 2014, pulau dengan luas wilayah mencapai 4.301,53 km2 ini menyimpan peristiwa sejarah yang menakjubkan.

Morotai sempat menjadi lapangan terbang bagi Jepang selama Perang Dunia (PD) II dan diambil alih oleh angkatan udara Amerika Serikat pada September 1944.

Hingga saat ini, beberapa peninggalan sejarah seperti Tank Amphibi dan Army Dock & Navy Base dapat dikunjungi. Tidak hanya peninggalan sejarah yang disuguhkan oleh Pulau Morotai, berbagai keindahan lainnya juga sangat menjanjikan untuk bisa dijelajahi.

Mari menilik destinasi-destinasi pulau yang dijuluki pulau 3 Matahari ini.

Pulau Dodola

Pulau Dodola | Sumber: Travelingyuk.com

Ingin melihat jalan pasir di tengah air? Pulau Dodola memperlihatkan hal tersebut. Pulau yang berjarak 30 menit dan berada di sebelah barat dari pulau Morotai ini memiliki dua pulau, yaitu Dodola besar dan Dodola kecil. Kedua pulau tersebut akan tersambung dengan jalan pasir putih bersih yang muncul ketika air surut.

Jarak antarpulau sekitar 500 meter. Waktu yang tepat untuk ikut menapaki jalan pasir putih adalah antara pukul 10.30 hingga 19.00.

Selain itu pulau Dodola juga menawarkan kegiatan snorkeling untuk melihat keindahan terumbu karang. Tidak hanya itu, sisa-sisa pesawat Perang Dunia II pun masih bisa dilihat di dasar laut.

Jika ingin menginap, tidak perlu khawatir, Pemerintah Daerah sudah menyiapkan cottage bagi turis yang ingin bermalam.

Air Terjun Bunga Kokota

Air Terjun Bunga Kokota | Sumber: Good News From Indonesia

Terletak di lereng Gunung Bakulu, di bagian Timur Pulau Morotai, air terjun ini menawarkan lingkungan yang sangat alami. Tebing-tebing bebatuan sangat cocok untuk yang ingin menguji nyali.

Tangga darurat juga tersedia dan untuk pengunjung yang tidak ingin menaiki tebing, jalan pintas untuk menuju air terjun paling tinggi bisa menjadi pilihan.

Ketinggian air terjun mencapai 25 meter dan kedalaman 4 meter. Terdapat beberapa titik air terjun yang pendek seperti sekitar 4 meter dan 15-30 meter, juga terdapat kolam.

Pulau Kolorai

Pulau Kolorai | Sumber: YIAB/Good News From Indonesia

Memiliki pantai yang indah dengan sebagian penduduk yang bekerja sebagai nelayan. Pengunjung dapat melihat kegiatan warga beraktivitas dan keramahan warga di pulau tersebut. Pulau tersebut dihuni oleh sekitar 100 kepala keluarga dari berbagai suku seperti suku Galela, Ternate, dan Bajo.

Pemandangan dasar laut bisa dinikmati dengan snorkeling. Pulau Kolorai juga dikenal sebagai desa wisata, di sana ikan asin patut untuk dicoba.

Dari pulau ini juga bisa melihat langsung pulau Dodola karena lokasinya yang dekat. Selain itu, pulau Kolorai juga memiliki keunikan sumur air tawar yang terletak di tengah pulau.

Landasan Pitu

Landasan Pitu | Sumber: Mapio.net

Menjadi tempat yang memiliki saksi sejarah PD II, tidak lengkap jika tidak mengunjungi sisa-sisa peninggalannya. Setelah berhasil membuat Jepang kalahm Jenderal MacArthur melakukan pembangunan landasan udara di Morotai.

Terdapat 7 landasan terbang di tempat tersebut, lima bandara sepanjang 2 kilometer dan dua lainnya sepanjang 3 kilometer. Salah satu landasan pun telah digunakan Bandara Udara Pitu Pulau Morotai yang berada di Wawama.

Museum Perang Dunia II

Museum Perang Dunia II | Sumber: Brillio.net

Terletak di kota Daruba, destinasi ini tidak hanya menyajikan peninggalan PD II. Di lokasi tersebut juga terdapat museum Trikora yakni untuk mengenang pasuka Trikora dalam operasi pembebasan Irian Jaya (Papua).

Museum mini milik Muhlis Eso pun bisa dikunjungi. Muhlis Eso mengumpulkan artefak-artefak peningalan PD II itu sejak usia 10 tahun.

Di museum ini pengunjung bisa menemukan besi-besi tua, selongsong peluru, senapan mesin, tank amfibi, helm baja, pesawat terbang hingga artefak-artefak botol obat-obatan, tempat makan, sendok, dll.

Army Dock & Navy Base

Army Dock | Sumber: Wonderful.pulaumorotaikab.go.id

Dapat ditemukan di Desa Pandanga Army Dock & Navy Base, lokasi ini dulunya merupakan markas militer Angkatan Darat dan Angkatan Laut sekutu. Puing-puing bekas pelabuhan militer pun dapat ditemukan di lokasi ini. Selain itu terdapat pula instalasi militer infantri, zeni tempur rumah sakit, dan lima dermaga laut.

Tank Amphibi

Tank Apmhibi | Sumber: Akurat.co

Terdapat dua puing mobil tank jenis Amphibi yang ditinggalkan oleh sekutu dan mobil tersebut terkena bom saat perang sekutu melawan tentara Jepang. Keadaan tank memang sudah keropos bahkan kabarnya senjata maupun besi sudah hilang. Tank-tank tersebut terletak di Desa Gotalamo.

Air Kaca

Air Kaca | Sumber: wonderful.pulaumorotaikab.go.id

Menjadi sumber mata air yang penting saat masa PD II. Sumber air tersebut digunakan untuk mandi oleh Jenderal MacArthur pada saat itu, tidak hanya mandi tapi juga kebutuhan sehari-hari tentara sekutu.

Sebutan air kaca sendiri disematkan oleh masyarakat setempat karena airnya yang sangat bening. Letak air kaca tidak jauh dari Landasan Pitu dengan jarak 1 km.

Pulau Kokoya

Pulau Kokoya | Sumber: Instagram @ekabrilian

Pulau ini tidak memiliki penghuni tetapi memiliki pemandangan pantai pasir putih yang indah. Dapat ditempuh selama 30 menit menggunakan perahu cepat dari kota Daruba. Sesampainya di pulau ini pengunjung dapat melakukan kegiatan snorkeling.

Tanjung Gorango

Tanjung Gorango | Sumber Foto: Chandra Tan/mytrip.co.id

Terletak di antara Desa Dorua dan Korago. Menawarkan keindahan alam laut biru dan bongkahan-bongkahan karang serta terbing. Hamparan pasir putih pun akan terlihat lebih luas ketika air laut sedang turun. Pengunjung dapat bermain air di bibir pantai karena cukup dangkal, namun tetap berhati-hati karena ombak yang cukup besar.

Pulau Tabailenge

Pulau Tabailenge | Sumber: wonderful.pulaumorotaikab.go.id

Pulau ini juga bisa menjadi pilihan untuk mengunjungi indahnya lautan dan putihnya pasir pantai. Berada di dekat Desa Bere Bere di bagian timur pulau Morotai dibuthkan waktu 15 menit dari desa tersebut untuk menuju pulau Tabalienge. Di pulau ini terdapat dermaga kecil dan gazebo, serta emiliki potensi ikan dan menjadi tempat memancing

Pantai Rorasa

Pantai Rorasa | Suber: Wonderful.pulaumorotaikab.go.id

Terletak di sekitar Desa Buho Buho, pantai Rorasa juga menawakan keindahan laut. Terdapat batu karang yang cukup besar berada di dekat bibir pantai. Pengunjung dapat menikmati kelapa muda dengan tambahan gula putih atau coklat.

Catatan Kaki: tirto.id | tirto.id | kompas.com | inews.id | inews.id | dinaspariwisata.pulaumorotaikab.go.id | pedomanwisata.com

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Di Kabupaten Ini, Homestay Gratis Biaya Pajak dan Izin Membangun Sebelummnya

Di Kabupaten Ini, Homestay Gratis Biaya Pajak dan Izin Membangun

10 Kota Ramah Vegan di Dunia Versi The Vegan Word Selanjutnya

10 Kota Ramah Vegan di Dunia Versi The Vegan Word

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.