[Foto] Tidak Hanya Reog, Anda Harus Tahu Budaya Lain dari Ponorogo Ini

[Foto] Tidak Hanya Reog, Anda Harus Tahu Budaya Lain dari Ponorogo Ini

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni beserta istri dalam rangka Kirab Pusaka Grebeg Suro 2017 © Foto: Pemkab Ponorogo

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jika mendengar Ponorogo, hal yang biasa diasosiasikan dengan kabupaten ini adalah Reog Ponorogo. Tahukah anda jika Ponorogo memiliki kirab pusaka lain selain Reog Ponorogo?

Kirab pusaka tersebut adalah kirab pusaka Gajah-gajahan. Bagaimanakah bentuk dari kirab pusaka Gajah-gajahan tersebut, mari kita simak melalui gambar dan cerita yang dibagikan oleh Rachma Safira melalui akun Indonesaga miliknya dengan judul Kirab Pusaka di Ponorogo.

Kesenian di Ponorogo selain Reyog adalah gajah-gajahan, Perbedaan paling utama gajah-gajahan adalah hadirnya patung gajah yang terbuat dari kertas karton yang dilekatkan pada kerangka bambu. Dari segi simbol binatang yaitu gajah yang dijadikan salah satu alatnya, menunjukkan bahwa gajah adalah binatang yang mudah ditundukkan, santun serta banyak membantu pekerjaan manusia | Foto: Rachma Safira
Kesenian di Ponorogo selain Reog adalah gajah-gajahan, Perbedaan paling utama gajah-gajahan adalah hadirnya patung gajah yang terbuat dari kertas karton yang dilekatkan pada kerangka bambu. Dari segi simbol binatang yaitu gajah yang dijadikan salah satu alatnya, menunjukkan bahwa gajah adalah binatang yang mudah ditundukkan, santun serta banyak membantu pekerjaan manusia | Foto: Rachma Safira

Rangkaian acara Grebeg Suro adalah Kirab Pusaka. Kirab Pusaka yang menvisualisasikan perpindahan pusat pemerintahan dari wilayah kota wetan, menuju kota tengah ( Aloon- Aloon/Paseban) sekarang, dengan ditandai diboyongnya Pusaka Utama Ponorogo yaitu Sabuk Cinde Puspito, Payung Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Naga dari pemerintahan kota wetan ( Setono) menuju kota tengah, sesampainya di kota tengah ( Paseban Aloon- Aloon ) ketiga pusaka tersebut lalu di jamasi ( di mandikan ) dengan air tujuh sumber
Rangkaian acara Grebeg Suro adalah Kirab Pusaka. Kirab Pusaka yang menvisualisasikan perpindahan pusat pemerintahan dari wilayah kota wetan, menuju kota tengah ( Aloon- Aloon/Paseban) sekarang, dengan ditandai diboyongnya Pusaka Utama Ponorogo yaitu Sabuk Cinde Puspito, Payung Songsong Tunggul Wulung dan Tombak Tunggul Naga dari pemerintahan kota wetan ( Setono) menuju kota tengah, sesampainya di kota tengah ( Paseban Aloon- Aloon ) ketiga pusaka tersebut lalu di jamasi ( di mandikan ) dengan air tujuh sumber | Foto: Rachma Safira

Jika di awal Suro diadakannya kirab pusaka dari kota lama menuju kota baru, perayaan Suro di Kabupaten Ponorogo berakhir ditandai dengan acara Tutup Grebeg Suro Ponorogo yang dipusatkan di Lapngan Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Dalam acara ini digelar kirab pusaka dan pawai budaya | Foto: Rachma Safira
Jika di awal Suro diadakannya kirab pusaka dari kota lama menuju kota baru, perayaan Suro di Kabupaten Ponorogo berakhir ditandai dengan acara Tutup Grebeg Suro Ponorogo yang dipusatkan di Lapngan Bantarangin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Dalam acara ini digelar kirab pusaka dan pawai budaya | Foto: Rachma Safira

Iringan pejabat daerah Kabupaten Ponorogo, salah satunya adalah Bupati Ponorogo yang menaiki dokar | Foto: Rachma Safira
Iringan pejabat daerah Kabupaten Ponorogo, salah satunya adalah Bupati Ponorogo yang menaiki dokar | Foto: Rachma Safira

Selain itu, warga juga turut berpartisipasi dalam pawai budaya ini. Kebanyakan adalah siswa, mulai Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dan lembaga keuangan seperti koperasi hingga pengelola toko di wilayah Kecamatan Kauman. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan perhelatan ini. Mereka berjajar di sepanjang jalur yang dilewati meski sebelum kirab hujan deras mengguyur lokasi acara. Kirab yang dilaksanakan di bawah rinai gerimis, tidak hanya menghadirkan hiburan tapi juga sebagai pengingat sejarah kebesaran Kabupaten Ponorogo | Foto: Rachma Safira
Selain itu, warga juga turut berpartisipasi dalam pawai budaya ini. Kebanyakan adalah siswa, mulai Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dan lembaga keuangan seperti koperasi hingga pengelola toko di wilayah Kecamatan Kauman. Ribuan warga tampak antusias menyaksikan perhelatan ini. Mereka berjajar di sepanjang jalur yang dilewati meski sebelum kirab hujan deras mengguyur lokasi acara. Kirab yang dilaksanakan di bawah rinai gerimis, tidak hanya menghadirkan hiburan tapi juga sebagai pengingat sejarah kebesaran Kabupaten Ponorogo | Foto: Rachma Safira


Sumber: Indonesaga

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga43%
Pilih SedihSedih13%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi13%
Pilih TerpukauTerpukau17%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
5 Seni Budaya Indonesia Yang Mendunia Sebelummnya

5 Seni Budaya Indonesia Yang Mendunia

53 Tahun ASEAN: Menjawab Tantangan Di Depan Mata Selanjutnya

53 Tahun ASEAN: Menjawab Tantangan Di Depan Mata

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.