Mahakarya Alam dari Ujung Timur Nusantara

Mahakarya Alam dari Ujung Timur Nusantara

Masamus di Merauke © Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia

Jika anda berada di Merauke dan kebetulan melintasi jalan trans Taman Nasional Wasur yang menuju Sota di perbatasan NKRI-PNG, anda akan dengan mudah menjumpai gundukan tanah tinggi yang oleh warga setempat disebut masamus atau bomi.

Luarbiasanya, masamus yang dibuat oleh insekta kecil ini tingginya dapat melebihi orang dewasa. Konon, selain dapat dijumpai di Merauke yang memiliki iklim panas dan gersang, hanya ada tempat lain di muka bumi dimana kita dapat menjumpai rumah rayap ini, yaitu Australia (Northern Territory danWest Australia) dan savana Afrika yang memiliki iklim serupa.

Banyak orang yang menyangka masamus adalah rumah semut. Pengertian ini sepenuhnya tidak benar. Masamus adalah rumah rayap (termite mound) dari genus Macrotermes. Para ilmuwan mencatat terdapat lebih kurang 330 spesies rayap dari genus Macrotermes yang tersebar dari Afrika Tropis hingga Asia Tenggara dan Australia.

Rumah rayap sendiri merupakan upaya adaptasi dari rayap Macrotermes untuk beradaptasi dengan lingkungan alam yang ekstrim. Para ahli menyebut Macrotermes memang merupakan ahli membangun gundukan yang paling spektakuler di antara jenis-jenis rayap lainnya.

Rumah rayap atau masamus di Merauke. Ada yang tingginya lebih dua kali tinggi orang dewasa. Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia
Rumah rayap atau masamus di Merauke. Ada yang tingginya lebih dua kali tinggi orang dewasa. Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia

Dikutip dari situs Termite Web, sebagian dari spesies Macrotermes memang senang membangun sarang berbentuk gundukan, meski ada pula beberapa spesies rayap yang membangun liang di bawah tanah. Dilaporkan ketinggian gundukan tertinggi pernah dijumpai di Afrika yaitu 9 meter (30 kaki). Diperkirakan rumah rayap itu telah berusia lebih dari satu abad.

Seperti layaknya jenis rayap, maka Macrotermes pun memiliki struktur sosial. Terdapat ratu, juga rayap pekerja dan rayap tentara. Para pekerja ini yang membangun rumah rayap ini. Warna kepala prajurit biasanya berwarna oranye atau coklat kemerahan, Untuk jenis Mactotermes carbonarius, hampir seluruhnya berwarna hitam.

Dalam situasi klimat yang ekstrim seperti Merauke, koloni rayap memerlukan tempat yang lebih dingin dan lembab sebagai tempat perlindungan dan perkembangbiakan. Gundukan akan memberi proteksi terhadap panasnya hari dan menjaga kelembaban agar mengurangi pengeringan yang terjadi. Rumah ini merupakan gabungan struktur kompleks yang memiliki ventilasi dan saluran udara.

Di dalam rumah ini, para peneliti menyebutkan bahwa rayap menumbuhkan jamur sebagai sumber pakan mereka. Jamur ini berasal dari organik kayu busuk yang dibawa masuk oleh rayap dan dikembangbiakan di dalam pori-pori di dalam rumah yang lembab. Pori-pori di dalam rumah rayap ini mampu mempertahankan rentang suhu dan kelembaban konstan (homeostatis) di sarang mereka dikisaran 29-32 derajat Celcius sehingga mampu mendukung pertumbuhan mikro organisma.

Di balik rumah rayap terdapat pori-pori seperti ini sebagai ventilasi. Rayap mampu membangun rumah yang mampu mengatur kelembaban dan suhu ruang | Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia
Di balik rumah rayap terdapat pori-pori seperti ini sebagai ventilasi. Rayap mampu membangun rumah yang mampu mengatur kelembaban dan suhu ruang | Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia

Umumnya masamus dibangun oleh koloni rayap pada masa musim hujan untuk memanfaatkan tanah liat dan material organik yang masih basah. Pada musim panas, rumah rayap akan mengeras bersamaan dengan penguapan air yang terjadi akibat cuaca panas dan kering.

Para peneliti rayap melaporkan bahwa rumah rayap yang ada di savana-savana Afrika tidak terdampak oleh kejadian kebakaran lahan yang kerap terjadi di padang savana. Hal itu diperkirakan karena tanah liat yang menjadi material bahan baku utama dari rumah mereka itu tahan dari api.

Rumah rayap di Afrika dibangun oleh beberapa spesies rayap, seperti M. falciger, M. bellicosus, M.natalensis, M.michaelseni, dan M. subhyalinus. Di Asia Tenggara, spesies utama gundukan bangunan Macrotermes adalah M. gilvus dan M. carbonarius.

Ternyata di balik ukuran tubuhnya yang kecil, rayap adalah maha arsitek dan insinyur alam yang luar biasa.

Referensi Lanjutan:

J.M Dangerfield, T.S McCarthy and W.N Ellery. 1998. The Mound-building termite Macrotermes michaelseni as an ecosystem engineer. Journal of Tropical Ecology. Cambridge University Press.

Banner: rayap Macrotermes yang ada di dalam rumah rayap. Foto: Ridzki R Sigit/Mongabay Indonesia


Sumber: Diposting ulang dari Mongabay Indonesia atas kerjasama dengan GNFI

Pilih BanggaBangga18%
Pilih SedihSedih6%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau71%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Buku Meraba Indonesia: Melihat Indonesia Secara Jelas Sebelummnya

Buku Meraba Indonesia: Melihat Indonesia Secara Jelas

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu Selanjutnya

Di Balik Paras Cantik Penari Gandrung Sewu

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.