Perempuan Penulis dan Cinta Indonesia

Perempuan Penulis dan Cinta Indonesia

© Dok. Penulis

Masing-masing dari kita adalah warga negara, yang tentu saja mencintai negaranya. Bagaimana pun, di negara inilah kita lahir, di negara inilah keluarga kita tinggal, di negara inilah kerabat, sahabat, teman kita berada, dan di negara inilah kita mencari penghidupan. Tak ada yang lebih nyaman selain di rumah sendiri.

Banyak cara yang dilakukan untuk menunjukkan kecintaan pada negara ini, sesuai dengan latar belakang dan keahliannya masing-masing. Dengan caranya sendiri-sendiri, yang pasti menyuarakan satu hal: cinta negeri ini, cinta Indonesia.

Membawa harum nama Indonesia di kancah dunia, tentu merupakan impian banyak orang, mungkin kalau mau jujur adalah impian semua warga negara ini. Namun tentu saja, hal itu tidak mudah, juga melalui perjuangan dan tahapan tersendiri sesuai bidangnya.

Kalau membawa harum nama bangsa di kancah dunia masih belum mampu, level nasional kalau bisa. Jika level nasional belum mampu, semoga level-level di bawahnya dimampukan.

Jika masih belum bisa, jangan patah semangat, mungkin konsistensinya belum terbangun. Kita semua insyaallah terus berusaha memberikan yang terbaik.

Tentu tidak mudah jika hanya mengejar target semata.
Namun jika kecintaan pada negeri diiringi dengan kecintaan pada apa yang dilakukan, kecintaan pada bidangnya masing-masing, dan konsisten... ini akan membuat semua berubah.

Yang tak mungkin menjadi mungkin, yang susah menjadi terasa lebih mudah, yang lama terasa lebih cepat, yang mahal terasa murah, rela melakukan bahkan meski tak mendapat serupiah pun. Cinta memang ajaib!

Bagi yang cinta olahraga, bisa membawa harum Indonesia melalui olahraga.
Bagi yang cinta fesyen, bisa membawa harum Indonesia melalui fesyen.
Bagi yang cinta teknologi, bisa membawa harum Indonesia melalui teknologi, dsb.

Begitu juga bagi yang cinta menulis.
Bisa membawa harum Indonesia melalui menulis.

Menulislah apa yang kita suka, kecintaan kita, agar roh dari tulisan itu terasa hidup. Menulislah apa yang bisa menjadi manfaat tak hanya bagi penulisnya, pun juga untuk pembacanya.

Menulislah tulisan positif tentang indonesia.
Menulislah tulisan positif tentang keberagaman, toleransi dan kerukunan rakyatnya.
Menulislah tulisan positif tentang nilai-nilai luhur bangsa.
Menulislah tulisan positif tentang karya anak bangsa.
Menulislah tulisan positif yang mendinginkan suasana bangsa.
Menulislah tulisan positif tentang keoptimisan, harapan-harapan bangsa.
Menulislah tulisan positif yang membangun bagi bangsa.

Bukan berarti keburukan dan kekurangan, juga bahaya yang ada harus disembunyikan atau ditutup-tutupi, kritik itu perlu untuk kebaikan, perbaikan bersama. Namun niat yang baik harus disertai dengan cara yang baik, agar hasilnya pun menjadi baik sesuai peraturan yang berlaku.

Di sinilah salah satu keunggulan kaum wanita. Perempuan, yang lebih dominan perasaannya, persuasifnya, juga kasih sayangnya. Dengan modal ini, kaum penulis perempuan akan bisa membahasakan tulisannya dengan bahasa yang lebih tepat, pendekatan yang lebih tepat karena mengandalkan perasaannya, pendekatan menggunakan hati.

Bukan berarti penulis pria tidak bisa demikian, namun potensi penulis wanita membuat hal ini menjadi "lebih mudah".

Sebagaimana seorang ibu dalam menghadapi persoalan-persoalan di rumah tangga, seorang ibu akan lebih mengutamakan perasaan, insting, pendekatan hati terhadap persoalan yang ada, sehingga bisa mendinginkan dan menentramkan kembali rumah tangganya, juga menyemangatinya. Seorang ibu adalah pusat keluarga.

Melalui penulis-penulis perempuan, yang bisa menghadirkan peran ibu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, melalui tulisan-tulisannya yang menyejukkan, turut menghadirkan nilai-nilai keluhuran bangsa, dll, insyaallah membawa negara tercinta kita Indonesia menjadi negara yang optimis, yang sejahtera, adil dan makmur bagi segenap rakyatnya. Semoga.

Ayo kita turut serta berpartisipasi, sekecil apapun sumbangsih kita, untuk kecintaan kita pada dunia kepenulisan, juga bagi negara tercinta kita, Indonesia. Wujud cinta perempuan penulis pada negaranya.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Tanaman Asal Papua Ini Bisa Jadi Obat Antikanker Kolorektal Sebelummnya

Tanaman Asal Papua Ini Bisa Jadi Obat Antikanker Kolorektal

Liburan ke Banten Selatan yuk.. Selanjutnya

Liburan ke Banten Selatan yuk..

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.