Limbah Cangkang Kerang Darah sebagai Anti Bakteri

Limbah Cangkang Kerang Darah sebagai Anti Bakteri

Penelitian anti bakteri menggunakan bahan limbah cangkang kerang darah © Dok. Penulis

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang. Seiring dengan terus meningkatnya konsumsi kerang darah mengakibatkan terus bertambah pula cangkang yang dihasilkan, sementara cangkang kerang darah memerlukan waktu yang cukup lama dalam penguraiannya.

Limbah cangkang kerang darah

Selama ini cangkang kerang darah hanya dimanfaatkan sebagai hiasan dinding, hiasan perabot rumah tangga, pernak-pernik maupun sebagai campuran pakan ternak yang penggunaannya tidak sebanding dengan jumlah limbah cangkang yang dihasilkan.

Oleh karena itu, diperlukan pengolahan cangkang kerang darah secara bijak agar keberadaan cangkang kerang darah tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. Salah satu cara pengelolaan cangkang kerang darah dengan cara membuatnya menjadi kitosan.

Dibawah bimbingan Dr. Tarzan Purnomo, M.Si., Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Eksakta (PKM-PE) dari Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari Nadila Nur Rahma Windari (Biologi 2016), Siti Isnaini Fauziah (Biologi 2016), dan Anisya Eka Juniar (Biologi 2017) meneliti pengaruh pemberian kitosan cangkang kerang darah (A. granosa) terhadap bakeri pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.).

Penelitian ini menemukan bahwa kitosan cangkang kerang darah mampu dijadikan sebagai anti bakteri pada tanaman cabai merah yang ramah lingkungan.

Tim PKM peneliti limbah cangkang kerang darah

“Pestisida alami yang ramah lingkungan juga dapat dihasilkan dari sesuatu yang tidak dimanfaatkan salah satunya limbah cangkang kerang darah yang berpotensi sebagai anti bakteri”, papar Nadila Nur Rahma Windari, ketua tim.

Tidak hanya itu, dengan memanfaatkan cangkang kerang darah menjadi kitosan dapat mengurangi limbah cangkang kerang yang terus menumpuk tanpa adanya pegelolaan lanjut, ujar Siti Isnaini Fauziah.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah jika sakit
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Potensi Tebalan Sebagai Antibakteri Sebelummnya

Potensi Tebalan Sebagai Antibakteri

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia Selanjutnya

Jamur Tudung Pengantin, Jamur Cantik yang Tumbuh di Indonesia

Boni Herdiawan
@boniherdiawan

Boni Herdiawan

herddx.wordpress.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.