Limbah Cangkang Kerang Darah sebagai Anti Bakteri

Limbah Cangkang Kerang Darah sebagai Anti Bakteri
info gambar utama

Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu makanan yang digemari oleh banyak orang. Seiring dengan terus meningkatnya konsumsi kerang darah mengakibatkan terus bertambah pula cangkang yang dihasilkan, sementara cangkang kerang darah memerlukan waktu yang cukup lama dalam penguraiannya.

Limbah cangkang kerang darah
info gambar

Selama ini cangkang kerang darah hanya dimanfaatkan sebagai hiasan dinding, hiasan perabot rumah tangga, pernak-pernik maupun sebagai campuran pakan ternak yang penggunaannya tidak sebanding dengan jumlah limbah cangkang yang dihasilkan.

Oleh karena itu, diperlukan pengolahan cangkang kerang darah secara bijak agar keberadaan cangkang kerang darah tidak mengganggu keseimbangan lingkungan. Salah satu cara pengelolaan cangkang kerang darah dengan cara membuatnya menjadi kitosan.

Dibawah bimbingan Dr. Tarzan Purnomo, M.Si., Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Eksakta (PKM-PE) dari Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya yang terdiri dari Nadila Nur Rahma Windari (Biologi 2016), Siti Isnaini Fauziah (Biologi 2016), dan Anisya Eka Juniar (Biologi 2017) meneliti pengaruh pemberian kitosan cangkang kerang darah (A. granosa) terhadap bakeri pada tanaman cabai merah (Capsicum annum L.).

Penelitian ini menemukan bahwa kitosan cangkang kerang darah mampu dijadikan sebagai anti bakteri pada tanaman cabai merah yang ramah lingkungan.

Tim PKM peneliti limbah cangkang kerang darah
info gambar

“Pestisida alami yang ramah lingkungan juga dapat dihasilkan dari sesuatu yang tidak dimanfaatkan salah satunya limbah cangkang kerang darah yang berpotensi sebagai anti bakteri”, papar Nadila Nur Rahma Windari, ketua tim.

Tidak hanya itu, dengan memanfaatkan cangkang kerang darah menjadi kitosan dapat mengurangi limbah cangkang kerang yang terus menumpuk tanpa adanya pegelolaan lanjut, ujar Siti Isnaini Fauziah.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

BH
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini