Menulis untuk Indonesia yang Lebih Baik

Menulis untuk Indonesia yang Lebih Baik
info gambar utama

Be the change you wish to see in the world. (Mahatma Gandhi)

Jadilah perubahan yang kamu ingin lihat di dunia. Ya, daripada mengutuk kegelapan, kenapa tidak kita saja yang menyalakan lilinnya? Daripada hanya mengomel dan memprotes keadaan, akan lebih baik jika kita mengambil bagian dari perubahan tersebut.

Untuk melakukan perubahan, tidak harus dengan menggantikan presiden Donald Trump, atau menjadi presiden di Indonesia. Melakukan perubahan bisa dilakukan mulai dari diri sendiri, dari hal kecil, dan menulis tentang perubahan yang diimpikan tersebut.

Pasalnya, dengan menulis, tulisan kita akan dapat disebar. Terlebih lagi di era 4.0 ini, tulisan dapat dengan mudah dibagi ke berbagai media sosial. Dengan demikian, pemikiran kita akan dapat menjangkau lebih banyak orang.

Dengan menulis, akan ada orang lain yang tersentuh dengan pemikiran kita. Seperti kata Seno Gumira Ajidarma, di dalam bukunya 'Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana.”

Jadi, menulis menjadi keharusan untuk mereka yang menginginkan perubahan menjadi lebih baik. Dengan kata lain, menjadi penulis adalah salah satu langkah kecil agar kita dapat mengubah dunia, atau dalam ruang lingkup yang lebih kecil mengubah negri sendiri.

Menulis = menggerakkan perubahan

Perubahan di sini tidak hanya perubahan yang besar seperti revolusi, tetapi bisa juga perubahan mendasar, seperti perubahan cara berpikir, karakter, dan mental.

“Setiap penulis adalah penyihir, kata-kata adalah mantra yang digaungkan kepada semesta.” – Langit Amaravati

Ya, sejatinya tulisan itu seperti sihir atau hipnotis, bisa mempengaruhi pola pikir seseorang, sehingga akhirnya orang mau berubah. Berikut ini adalah contoh bahwa tulisan (dari seorang penulis perempuan) dapat menginspirasi pembacanya, sehingga pembaca mau berubah:

Tulisan pada Biografi

Pernah baca buku ‘Mimpi Sejuta Dolar - Mery Riana’, karangan Alberthiene Endah? Singkat cerita, buku ini mengisahkan tentang perjuangan Mery.

Karena tak memiliki latar belakang pengalaman bisnis, ia mengikuti berbagai seminar dan ikut serta dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Kemudian ia mencoba berbagai peluang bisnis. Percobaan yang dilakukan yaitu dengan bisnis pembuatan skripsi, MLM, mencoba bermain saham yang semuanya berakhir kegagalan.

Merry pun mencoba untuk bisnis lainnya dan mengalami kerugian yang besar pula. Merry pun pernah terjatuh meski setelah terjatuh ia bangkit lagi dan mencoba peluang bisnis yang lainnya. Merry pun membulatkan tekad bahwa ia bekerja 14 jam dalam sehari.

Dan akhirnya ia pun sukses sebagai Financial Consultant yang menjual produk-produk keuangan dan perbankan seperti asuransi, kartu kredit, deposito, tabungan dll. Dalam waktu enam bulan Merry dapat melunasi hutangnya kepada Universitas sebesar USS 40.000. Hingga tahun 2003, Merry dianugrahi Penghargaan Penasihat Baru Teratas. Ditahun 2004 ia pun meraih prestasi cemerlang yang membuatnya dipromosikan menjadi manajer dan masih banyak penghargaan lainnya.

Buku tersebut bisa menginspirasi pembacanya untuk memiliki karakter tidak mudah menyerah, sekalipun ada banyak rintangan dan tantangan yang datang bertubi-tubi.

Tulisan di blog

Teh Iin, panggilan akrabnya, sudah menerbitkan lebih dari 60 buku. Ia memiliki visi untuk memberdayakan perempuan, terutama kaum ibu. Coba saja berkunjung ke blog pribadinya. Maka kita akan melihat tagline blog-nya adalah Women Empowerment. Di sana juga banyak tulisan inspiratif yang dapat kita jadikan referensi untuk menulis atau mengembangkan bisnis.

Saya sendiri bila membaca tulisan Teh Iin bisa merasakan energi positif, bahwa kita harus menjadi orang yang optimis, berpikiran positif, dan produktif. Bagi saya, ia adalah role model ibu mandiri yang terus berkarya, tetapi tidak melupakan keluarga.

Seorang penulis bisa menjadi panutan orang lain, bahkan bisa mengubah warna hidup orang.

Jadi, sudah terbukti kan bahwa menulis dapat menggerakkan perubahan? Jadi, jika kamu ingin mengubah negeri tercinta kita menjadi lebih baik, mulailah menulis.

Apalagi perempuan memiliki kelebihan dalam hal perasaan. Perempuan lebih peka dan emosional, sehingga penulis perempuan memiliki kesempatan lebih besar untuk menggerakkan perubahan.

Membuat tulisan yang menggerakkan

Lantas, apakah semua tulisan dapat menggerakkan perubahan? Ya, asal tulisan tersebut memiliki ‘nyawa’. Sebenarnya menulis itu mudah, tetapi menulis yang menggerakkan itu membutuhkan sedikit cara.

Empat cara di bawah ini akan membantu kita membuat tulisan menjadi lebih hidup, sehingga dapat menggerakkan perubahan.

Buatlah tulisan yang menggetarkan

Seperti yang dikatakan oleh J.S. Khairen, novelis sekaligus penulis sejumlah buku.

“Tulislah sesuatu yang bahkan kau sendiri akan tergetar apabila membacanya.”

Saat kita sendiri bergetar membaca tulisannya, maka pembaca pun akan merasakan getaran yang sama, sehingga ia akan menggerakkan perubahan untuk pembacanya.

Membuat tulisan atas dasar suatu keprihatinan melihat masalah

Ekonom menulis karena dia gelisah melihat situasi kesejahteraan rakyat. Pakar hukum menulis karena dia gelisah melihat ketidakadilan. Guru menulis karena dia gelisah melihat kesenjangan. Jadi mulailah tulisan dari kegelisahan.

Menulis untuk memberikan perspektif baru

Suatu saat, Seth Godin, penulis dan pembicara publik asal Amerika Serikat, pernah ditanya suatu hal. “Apa yang membuat anda konsisten dalam menulis, dan bahkan tulisan anda seringkali menggemparkan pemikiran orang pada umumnya?”

Dia menjawab, “Saya menulis bukanlah untuk mendapatkan pujian dari orang lain. Saya menulis karena saya ingin memberikan perspektif dari apa yang saya pahami, kemudian saya tuliskan agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Inilah kunci mengapa saya selalu bisa menghasilkan tulisan yang fresh dan produktif.”

Miliki alasan yang kuat untuk menulis

"Temukan alasan mengapa anda harus menulis; Lihatlah apakah dia telah mengakar dalam hatimu; Katakan pada dirimu bahwa Anda lebih baik mati daripada dilarang menuliskannya." - Rainer Maria Rilke.

Jadi, sudah menulis apa anda hari ini untuk menjadikan Indonesia lebih baik?


Catatan kaki: arryrahmawan.net | kompasiana | fimela

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

QN
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini